Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 00:09 WIB
Kelaparan
Kawasan Tanduk Afrika Butuh Jutaan Dollar AS
Penulis : Josephus Primus | Jumat, 5 Agustus 2011 | 16:12 WIB
|
Share:
Kawasan Tanduk Afrika Butuh Jutaan Dollar AS Reuters Pengungsi Somalia baru tiba di kamp pengungsi Ifo, Dadaab, dekat perbatasan Kenya-Somalia pada 3 Agustus 2011. Kelaparan telah meluas di beberapa wilayah selatan Somalia hingga 3 wilayah baru di negara ini. Menurut PBB, wilayah selatan Somalia diperkirakan akan dinyatakan sebagai zona kelaparan dalam tempo 6 pekan mendatang

KOMPAS.com — Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef) mengatakan, negara-negara di kawasan Tanduk Afrika membutuhkan sedikitnya 315 juta dollar AS selama enam bulan ke depan untuk perluasan program penanggulangan kelaparan bagi anak-anak di kawasan itu. "Fokus yang dilakukan adalah kerja sama terintegrasi untuk penyelamatan anak," kata Unicef sebagaimana warta Xinhua pada Jumat (5/8/2011).

Keluarga-keluarga Somalia yang menyeberang ke Kenya melalui Liboi harus berjalan kaki 100 kilometer demi mendapatkan bantuan makanan di kamp pengungsi Dadaab.

Kesulitan yang juga menghadang Unicef adalah jarak yang jauh di antara kamp pengungsi. "Keluarga-keluarga Somalia yang menyeberang ke Kenya melalui Liboi harus berjalan kaki 100 kilometer demi mendapatkan bantuan makanan di kamp pengungsi Dadaab," kata perwakilan Unicef di Kenya, Olivia Yambi.

Kemarau panjang membuat kelaparan di kawasan Tanduk Afrika makin meluas. Anak-anak menjadi teramat rentan lantaran bencana itu.

Setiap hari kamp Dadaab menerima 1.300 pengungsi. Kebanyakan dari mereka berasal dari Somalia. Dari jumlah pengungsi itu, 80 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Sejatinya, Unicef membangun tiga kamp pengungsi di kawasan Dadaab. Sekarang jumlah pengungsi di tempat-tempat itu mencapai 400.000 jiwa. 
Editor :
Josephus Primus