Rabu, 17 September 2014

News / Berita

Pembangunan Kota Maja Butuh Rp 150 Triliun

Jumat, 29 April 2011 | 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa menyatakan, dana yang dibutuhkan untuk membangun Kota Baru Maja sekitar Rp 150 triliun atau 15 miliar dollar AS. Untuk memenuhi kebutuhan dana itu, pemerintah Indonesia mengajak peran sektor swasta dan penanaman modal asing (PMA) dari investor luar negeri.

“Dana yang dibutuhkan untuk membangun Kota Baru Maja sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar 150 triliun,” ujar Suharso Monoarfa saat menerima kunjungan jajaran direksi Metallurgical Corporation of China Ltd (MCC) yang dipimpin oleh Vice President MCC, Mr Zhang Zhaoxiang di Kantor Kemenpera, Jakarta, Jumat (29/4).

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Sesmenpera, Iskandar Saleh, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Hazaddin TS, Staf Khusus Menpera Bidang Hubungan Antar-Lembaga Ferry Kono serta Dirut Perum Perumnas Himawan Arief S.

Suharso Monoarfa menerangkan, Pemerintah Indonesia saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan dana tersebut. Dana yang tersedia untuk pembangunan Kota Maja itu baru sekitar 1,2 miliar dollar AS atau Rp 10 triliun. Untuk mengisi kekurangan dana tersebut, pihaknya akan mengundang para pengusaha serta investor baik dari dalam maupun luar negeri serta mekanisme public private partnership (PPP).

Suharso Monoarfa menyatakan, Kota Maja nantinya merupakan bagian dari program Greater Jakarta. Kota Maja juga dibangun untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan diharapkan dapat mengurangi kepadatan perumahan dan permukiman di Ibukota.

Oleh karena itu, Kemenpera juga membuka peluang kepada MCC dan Perum Perumnas untuk mengembangkan dan membangun perumahan di kawasan tersebut. Pasalnya, lahan perumahan di daerah perkotaan saat ini semakin sempit dan harganya cukup mahal. Di Kota maja ini nantinya akan dibangun sejumlah pusat-pusat industri dan pelabuhan baru.

“Kota Maja diperkirakan dapat menghidupi sekitar 2,5 juta penduduk baru dan menjadi kota industri di masa yang akan datang. Infrastruktur skala kota baru yang ada saat ini adalah adanya jalan tol Jakarta-Merak dan pembangunan rel kereta api double track,” katanya.

Sementara itu, Vice President MCC Zhang Zhaoxiang mengungkapkan, pihaknya sangat senang dan mengucapkan terimakasih atas dibukanya kesempatan untuk menanamkan investasinya di Indonesia, khususnya di sektor pembangunan perumahan murah bagi masyarakat.

“MCC siap membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan pembangunan rumah murah dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Selama ini, MCC juga ikut membangun rumah murah di China,” katanya.

Zhang Zhaoxiang menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Perum perumnas untuk membangun Kota Maja. Diharapkan, kerjasama antara BUMN Indonesia dan China ini selain bisa meningkatkan hubungan kedua negara juga akan berjalan dengan baik. “Tentunya kerja sama antara Perum Perumnas dan MCC ini juga tidak terlepas dari adanya dukungan dari Kemenpera. Dan kami optimistis dapat membangun Kota Maja,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirut Perum Perumnas, Himawan Arief S menuturkan, Perumnas sebagai BUMN pemerintah yang bergerak di sektor pembangunan perumahan juga telah melihat potensi pengembangan Kota Maja sebagai kota baru. Selain adanya infrastruktur tranportasi yang ada saat ini, Perum perumnas juga telah memiliki sejumlah proyek pembangunan rumah di kawasan tersebut. “Kami siap membangun Kota Baru Maja,” tandasnya. (KSP)


Editor : Robert Adhi Kusumaputra