Minggu, 23 November 2014

News / Internasional

Mesir Rusuh

Mesir Makin Rusuh, Ribuan Napi Kabur

Minggu, 30 Januari 2011 | 15:46 WIB

Terkait

KAIRO, KOMPAS.com — Ribuan narapidana melarikan diri dari Penjara Wadi Natrun di utara ibu kota Kairo, kata seorang pejabat keamanan, Minggu (30/1/2011), saat kerusuhan antipemerintah memasuki hari keenam.

Mereka membuat kewalahan penjaga pada malam hari karena keluar dari penjara yang banyak menjebloskan tahanan politik Islam menuju kota-kota dan desa di dekatnya, memanfaatkan kerusuhan nasional yang menuntut berakhirnya rezim Hosni Mubarak. Para pengunjuk rasa makin beringas, penjarahan ada di mana-mana.

Keamanan terus diperketat. Meskipun Presiden Mubarak telah membubarkan kabinet serta mengumumkan wakil presiden dan perdana menteri baru, unjuk rasa masih marak.

Menurut laporan Al Jazeera, lebih dari 10 pemrotes tewas dalam bentrokan dengan polisi di dekat gedung Kementerian Dalam Negeri Mesir di Kairo, Minggu pagi.

"Sekelompok pengunjuk rasa berusaha menyerbu memasuki bangunan yang terletak di pusat ibu kota Mesir itu, memaksa polisi melepaskan tembakan," kata saluran televisi itu.

"Di Kantor Gubernur Faiyum yang terletak sekitar 81 mil (130 kilometer) barat daya Kairo, orang bersenjata tak dikenal menembak mati kepala penjara lokal, membebaskan beberapa ratus tahanan," kata Al Jazeera.

Aksi protes antipemerintah terus berlanjut untuk hari kelima, Sabtu. Puluhan ribu orang menuntut Presiden Mubarak mundur setelah tiga dekade berkuasa.

Sebelumnya, Al Jazeera menyatakan, sekitar 100 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi di Kairo dan kota-kota Mesir lain.

Sabtu, Mubarak membubarkan pemerintahan negara. Dia menunjuk mantan Menteri Penerbangan Sipil Ahmed Shafiq sebagai perdana menteri baru dan memerintahkan Shafiq membentuk kabinet baru.

"Sedikitnya 102 orang tewas, 33 orang di antaranya pada Sabtu, dalam lima hari kerusuhan antipemerintah di Mesir," kata sumber-sumber keamanan dan medis, Minggu.

"Lebih dari 10 orang dilaporkan tewas di sekitar kota Beni Sueif, 140 kilometer (85 mil) di selatan Kairo. (Hal itu) menjadikan korban tewas mencapai 22 orang setelah para pemrotes berusaha membakar sebuah kantor polisi," tutur para saksi mata.

Jumlah korban meninggal secara keseluruhan sebelumnya dikatakan 92 orang sejak aksi protes meletus pada Selasa. Sebanyak 3 orang lainnya tewas hari Sabtu di Kairo; 3 orang di Rafah, perbatasan dengan Gaza; dan 5 orang di Ismailia, tepi barat Terusan Suez.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: