Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

Disangka Hamas, Qawasme Dihabisi

Jumat, 7 Januari 2011 | 19:19 WIB

KOMPAS.com — Penggerebekan dini hari di Hebron, Tepi Barat, berbuah malapetaka. Tentara Israel menerobos masuk rumah Amr Qawasme. Tanpa banyak bicara, pria uzur berusia 67 tahun itu diberondong peluru. Qawasme pun tewas di tempat tidurnya.

Rupanya, setelah penyelidikan awal, baru ketahuan, tentara Yahudi itu salah tembak. Incaran mereka sebenarnya adalah tetangga samping rumah Qawasme. Tetangga Qawasme yang dimaksud adalah anggota Hamas, orang yang dicari-cari Israel.

Nah, seturut warta AP dan AFP pada Jumat (7/1/2011), giliran Hamas mengatakan otorita Palestina dan Israel bertanggung jawab atas kematian pria itu.

Istri Qawasme, Sobheye, mengatakan dia mendengar beberapa tembakan dan kemudian melihat suaminya tergeletak berkubang darah. "Saya berdoa ketika mereka masuk. Saya tidak tahu bagaimana mereka membuka pintu. Mereka meletakkan tangan ke mulut saya dan senapan ke kepala saya," katanya.

Sementara itu, pihak militer Israel mengatakan, seorang pria Palestina yang ada di sebuah rumah teroris terbunuh. Militer Israel menyayangkan insiden ini.

Selanjutnya, militer Israel telah memerintahkan diadakannya penyelidikan.

Laporan-laporan mengatakan, pasukan Israel melakukan serangkaian razia di Hebron dan menangkap lima orang.

Pada Kamis, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan pembebasan enam tahanan Hamas yang melakukan aksi mogok makan. Lima orang itu ditahan di penjara Hebron, sementara yang keenam dipenjara di Betlehem.

Otorita Palestina memiliki kendali terbatas di sebagian wilayah Tepi Barat. Wilayah itu kini dikendalikan oleh aparat keamanan Israel.

Israel menduduki wilayah Tepi Barat sejak 1967 dan memukimkan 500.000 orang Yahudi di 100 lebih permukiman. Sekitar 2,5 juta warga Palestina juga hidup di Tepi Barat.

 
Editor : Josephus Primus