TALOOQAN, KOMPAS.com - Ribuan warga Afganistan di timur laut negara itu, Jumat (10/9), melakukan protes terhadap Amerika Serikat terkait rencana pembakaran Al Quran oleh sebuah gereja kecil di AS, kata seorang pejabat Afganistan.
Setelah shalat Idul Fitri yang menandai berakhirnya Ramadhan, orang-orang itu, diperkirakan oleh seorang jurubicara gubernur sebanyak 10 ribu orang, tumpah ke jalan-jalan dari masjid di Provinsi Badakhshan dan meneriakan yel-yel anti-AS.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau gangguan, kata juru bicara itu. Pendeta dari gereja kecil di AS itu telah mengatakan, ia menunda rencana untuk membakar Al Quran setelah rencana tersebut mendapat kecaman global.

