Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 01:28 WIB
Banjir Pakistan
Tim Dokter RI Bantu Kelahiran Bayi
| Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Kamis, 9 September 2010 | 19:00 WIB
|
Share:

CHARSADDA, Kompas.com - Seorang ibu bernama Abeda (27) melahirkan di sebuah sekolah bernama "Number One" di wilayah Prang, Charsadda, yang dijadikan kamp pengungsian bagi ratusan korban banjir Pakistan. Tim dokter Indonesia ikut membantu bayi ini.

"Kondisi bayinya baik-baik saja meskipun harus lahir di kondisi yang memprihatinkan," kata salah seorang dokter dari Kementerian Kesehatan ,Jaya Supriyanto, yang ikut dalam tim reaksi cepat penanggulangan bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban banjir Pakistan, Kamis (9/9/10).

Jaya menjelaskan, bayi tersebut kebetulan lahir di kamp pengungsian di mana tim reaksi cepat penanggulangan bencana di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana asal Indonesia, membuka posko kesehatan.

Karena itu, tim kesehatan dari Indonesia langsung memeriksa kondisi bayi yang pada saat ini harus tetap tinggal di kamp pengungsian, dengan segala keterbatasan, mengingat rumah ibunya hancur akibat banjir.

Usai memeriksa kesehatan sang bayi, tim kesehatan dari Indonesia juga memberikan obat-obatan dan suplemen bagi Abeda. Tim juga memintanya untuk terus memberikan air susu ibu bagi bayinya.

Sementara itu, Abeda mengaku sedih harus melahirkan di kamp pengungsian dan belum tahu kapan dia bisa kembali ke rumah. Pasalnya, tempat tinggalnya hancur akibat banjir.

"Hingga saat ini juga belum ada bantuan dari pemerintah setempat untuk kami bisa membangun kembali rumah yang rusak," kata Abeda.

Sementara itu, bayi Abeda yang baru dilahirkan sekitar 24 jam lalu sejak berita ini diturunkan, belum mempunyai nama karena harus menunggu usianya tujuh hari.

Abeda dan bayinya tinggal di kamp pengungsian bersama ratusan orang lainnya dan harus tidur di ruangan kelas yang disulap menjadi tempat tidur menggunakan tempat tidur dari rotan. Pelayanan hingga 30 September

Pelayanan kesehatan oleh tim kemanusiaan Indonesia akan dilakukan hingga 30 September 2010. Ada dua gelombang tim kemanusiaan yang akan memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban banjir Pakistan.

Kedatangan tim gelombang tahap pertama terdiri atas 10 anggota anggota TNI, tujuh orang dokter dari Kementerian Kesehatan, satu orang dari Kementerian Luar Negeri, empat orang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan satu orang dari media massa.

Tim yang membawa bermacam obat-obatan dan peralatan medis tersebut akan berada di Pakistan untuk membantu para korban banjir yang membutuhkan pelayanan kesehatan hingga 15 September.

Setelah itu, pada 15 September hingga 30 September tim reaksi cepat penanggulangan bencana gelombang kedua akan datang ke Pakistan untuk melanjutkan pelayanan kesehatan.

Total keseluruhan tim adalah 45 orang, pada tahap pertama 23 orang dan tahap kedua 22 orang.

Sumber :
ANT