SEOUL, KOMPAS.com — Sekitar 102 perusahaan milik Pemerintah Iran dibekukan operasionalnya di Korea Selatan, Rabu (8/9/2010).
Di antara perusahaan yang dibekukan, salah satunya Bank Mellat Iran cabang Seoul. Selain itu, 24 orang didakwa memfasilitasi upaya Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.
Bank Mellat yang menjadi jantung perekonomian mendapat sanksi berat dari Korea Selatan karena dituduh memfasilitasi ratusan juta dollar AS dalam transaksi pengembangan pertahanan nuklir dan misil Iran.
"Langkah-langkah yang kami ambil bergantung pada kebutuhan untuk berpartisipasi dalam upaya-upaya internasional terkait dengan program nuklir Iran," kata seorang pejabat pemerintah kepada wartawan.
"Transaksi uang sekecil apa pun lewat Bank Mellat harus mendapat persetujuan pemerintah. Ini merupakan keputusan dan kebijakan pemerintah terhadap Bank Mellat terkait sanksi pelucutan senjata nuklir," katanya.
Di samping sanksi tersebut, Pemerintah Korea Selatan juga melarang semua bentuk investasi dan kontrak pembangunan di Iran yang berkaitan dengan sumber daya minyak.


