Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 07:45 WIB
Pemilu Australia
Gillard Berhasil Pertahankan Kekuasaan
| Benny N Joewono | Selasa, 7 September 2010 | 20:54 WIB
|
Share:
wordpress.com Julia Gillard, Perdana Menteri Australia yang mengantikan Kevin Ruud

CANBERRA, KOMPAS.com - PM Australia Julia Gillard berhasil mempertahankan kekuasannya setelah dua anggota parlemen independen mendukung kubu Partai Buruh di parlemen, Selasa (7/9/2010).

Gillard yang berkuasa 10 minggu setelah dia mendepak Kevin Rudd dari kursi kepemimpinan Partai Buruh ini berhasil membentuk pemerintahan baru dengan dukungan dua anggota parlemen tersebut.

Dengan demikian kubu Partai Buruh memiliki mayoritas minim di Parlemen Australia. Terbentuknya pemerintahan Julia Gillard ini merupakan hasil negosiasi selama 17 hari pasca-Pemilu.

"Buruh bersiap memimpin," kata pemimpin perempuan pertama Australia kepada wartawan di Canberra, Selasa, dengan wajah capai.

Gillard mengatakan dia percaya rakyat Australia ingin pemerintahan Partai Buruh menemukan lebih banyak persamaan dalam kepentingan nasional negara tetangga Indonesia ini.

Pemimpin berusia 48 tahun kelahiran Wales ini berhasil menghindarkan dirinya dari status sebagai pemimpin tersingkat dalam sejarah Australia.

Gillard nyaris tersingkir setelah perolehan kursi partainya berimbang dengan kubu Liberal-Nasional dalam Pemilu 21 Agustus lalu.

Tiga anggota parlemen hasil Pemilu 21 Agustus yang menjadi penentu arah bandul kekuasaan pemerintahan federal Australia pecah di menit-menit terakhir.

Dalam drama perpecahan ini, Bob Katter menyeberang ke kubu oposisi konservatif pimpinan Tony Abbott yang berhasil mengimbangi perolehan kursi Partai Buruh.

Peluang kubu Julia Gillard kembali dapat membentuk pemerintahan hasil Pemilu 21 Agustus lalu itu terbuka lebar setelah anggota parlemen independen, Rob Oakeshott, memberikan sinyal dukungannya.

"Saya akan memberikan kepercayaan dan dukungan saya pada pemerintah, dan semua itu untuk Julia Gillard," katanya.

Julia Gillard mengatakan, dia bertanggungjawab terhadap pesan Pemilu yang dialamatkan para pemilih ke kubu Partai Buruh.

Hasil Pemilu 21 Agustus itu sempat menempatkan Australia dalam situasi parlemen gantung pertama sejak 1940.

Sumber :
ANT, AFP, REUTERS