BEIJING, KOMPAS.com — China, Selasa (7/9/2010), menegaskan kembali keinginan mereka menjalin hubungan baik dengan AS dalam kunjungan dua pejabat tinggi utusan Gedung Putih. Namun, mereka memperingatkan Washington tidak mengajukan tekanan lebih lanjut terhadap yuan.
Komentar-komentar dari Beijing itu muncul saat kedua ekonomi terkuat dunia itu berupaya meredam ketegangan terkait perdagangan dan persiapan kunjungan Presiden China Hu Jintao ke Washington.
Dalam perundingan dengan tamu Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Thomas Donilon dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Larry Summers, PM China Wen Jiabao mengatakan bahwa kedua negara tidak menganggap masing-masing sebagai pesaing.
"Sebaliknya, China dan AS hendaknya bekerja sama mengatasi krisis keuangan global dan mempromosikan pemulihan ekonomi dunia yang stabil," kata Wen seperti dilaporkan televisi milik negara.
"Hubungan China-AS menguntungkan bagi kedua negara dan bagi sebagian besar dunia," kata Jiang Yu, juru bicara kementerian luar negeri.
Dia menambahkan, memelihara hubungan seperti itu diperlukan upaya dari kedua belah pihak secara berkesinambungan.
Namun, China dengan tegas menentang politisasi masalah perdagangan dan ekonomi serta memperingatkan negara tersebut tidak menekan pembentukan kembali mekanisme nilai tukar yuan berdasarkan tekanan dari luar.
China berjanji pada bulan Juni untuk membuat perdagangan yuan lebih bebas terhadap dollar AS setelah mendapat tekanan gencar secara internasional bahwa Beijing memperkuat nilai tukarnya.


