whudat.com
ilustrasi
ISLAMABAD, KOMPAS.com - Tim satuan reaksi cepat penanggulangan bencana dari Indonesia yang membawa bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Pakistan, yang tiba Rabu malam, langsung menuju lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan.
"Kami memberikan pelayanan kesehatan atau pengobatan gratis bagi para korban banjir Pakistan di DHQ Hospital Charsadda dan sebuah sekolah yang menjadi lokasi pengungsian di daerah yang bernama Prang kedua lokasi itu berada di Distrik Charsadda," kata Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Slamet Sugiyono, di Islamabad, Kamis (2/9/2010).
Tim kemanusiaan tersebut memberikan layanan kesehatan atau pengobatan gratis di sebuah rumah sakit dan lokasi pengungsian di Distrik Charsadda mulai Kamis pagi hingga sore hari.
Slamet menjelaskan, pelayanan kesehatan oleh tim kemanusiaan Indonesia akan dilakukan hingga 30 September 2010.
"Ada dua gelombang tim kemanusiaan yang akan memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban banjir Pakistan," katanya.
Kedatangan tim tahap pertama terdiri atas sepuluh orang TNI, tujuh orang dokter dari Kementerian Kesehatan, empat orang dari Kementerian Luar Negeri, empat orang dari BNPB dan satu orang dari media massa.
Tim yang membawa beracam obat-obatan dan peralatan medis tersebut akan berada di Pakistan untuk membantu para korban banjir yang membutuhkan pelayanan kesehatan hingga 15 September.
Setelah itu pada 15 September hingga 30 September tim reaksi cepat penanggulangan bencana gelombang kedua akan datang ke Pakistan untuk melanjutkan pelayanan kesehatan.
Total keseluruhan tim adalah 45 orang, pada tahap pertama 23 orang dan tahap kedua 22 orang.


