Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:29 WIB
Tambang Longsor
33 Penambang yang Terkubur Sudah Sehat
| Benny N Joewono | Kamis, 2 September 2010 | 19:00 WIB
|
Share:

AFP/GWENN DUBOURTHOUMIEU
Ilustrasi

COPIAPO, KOMPAS.com — Semangat 33 penambang yang terjebak kembali muncul setelah mereka menerima kiriman musik dan makanan hangat.

Konsultan dari NASA memuji keberanian mereka dan menyarankan agar pengangkatan dilakukan pada siang hari karena bor penyelamat semakin mendekat.

"Pengeboran sempat dihentikan pada Rabu siang untuk membuat tembok penyangga beton. Ini dilakukan setelah terjadi patahan kecil pada tanah yang dibor," kata Andreas Sougarret, ketua tim penyelamatan, Kamis (2/9/2010).

Video terbaru yang disiarkan televisi lokal memperlihatkan para penambang sedang mencukur jenggot, mengenakan baju bersih, dan mendengarkan radio lokal.

Penambang dalam rekaman tersebut sangat jauh berbeda dari video pertama. Sebelumnya, mereka terlihat kurus, bertelanjang, dan berlumuran lumpur kering.

Saat ini para penambang telah bertahan selama 27 hari di pertambangan San Jose di utara Cile. Tambang itu runtuh pada 5 Agustus, dan waktu bertahan tersebut adalah sebuah prestasi bertahan hidup di bawah tanah yang belum pernah terjadi pada zaman modern ini.

Prestasi sebelumnya adalah 25 hari. Kala itu, tiga warga China terjebak di bawah tanah karena banjir besar yang melanda tambang batu bara dan memerangkap mereka bersama 13 jenazah rekannya. Mereka diselamatkan pada Juli tahun lalu.

Para ahli NASA yang datang ke tambang pada hari Rabu memberi sumbang saran pengalaman astronot luar angkasa dalam menjaga kesehatan dan jiwa mereka sewaktu menjalani masa isolasi yang lama. Mereka memuji ketahanan para penambang.

"Kami sangat kagum terhadap keberanian dan cara para penambang mengatur hidup mereka dalam kondisi yang amat sulit ini," kata Kepala Petugas Kesehatan NASA Michael Duncan.

Sebagai informasi, bor raksasa seberat 30 ton telah menggali perlahan sejak Senin menuju tempat para penambang Cile tersebut. Operasi ini diperkirakan menghabiskan waktu selama tiga hingga empat bulan.

Mesin itu berhenti pada hari Rabu karena ada patahan bumi sehingga para petugas membutuhkan dinding beton sebagai penyangga.

"Kami harus menuang semen pada siang hari. Jadi, kami dapat melanjutkan pengeboran pada malam. Itulah yang kami lakukan dan setelahnya mesin dapat melanjutkan pekerjaannya kembali," kata Sougarret.

Menurut pihak terkait, operasi pengeboran dijalankan sewaktu malam. Para penambang terjebak sedalam 700 meter di bawah tanah.

Mereka menunggu mesin yang dapat menggali sedalam 20 meter per hari bagi awal poros untuk mengebor agar tim dapat menggandakan diameter sehingga masing-masing dapat diangkat.

Sebuah "Mission Impossible" yang bernama Operasi San Lorenzo ini berlangsung bersama acara kesehatan jiwa dan psikologis bagi para penambang.

Air, makanan, dan kebutuhan lain telah diberikan melalui lubang yang dibor sebesar tiga kepalan tangan menuju mereka.

Presiden Cile Sebastian Pinera mengatakan, pemerintahannya akan melanjutkan segala usaha pertolongan ini menyelamatkan para penambang dan telah memesan bor cadangan untuk mengantisipasi jika ada masalah pada bor utama.

Pihak berwenang telah memberikan mereka vaksin tetanus, difteri, flu, dan pneumonia untuk mencegah penjangkitan penyakit.

Laporan kesehatan pada hari Selasa menunjukkan, lima penambang masih mengalami susah makan dan secara kejiwaan ada beberapa kasus susah tidur.

Mereka juga telah pindah ke tempat yang lebih kering sekitar 300 meter ke dalam tambang karena sebagian tempat dapat menginfeksi tumbuhnya jamur dan luka di tubuh karena tempat yang panas dan lembab.

Para penambang yang ditemukan selamat pada 22 Agustus ini telah menemukan empat sumber air, dua di antaranya dinyatakan sehat untuk dikonsumsi manusia.

Mereka telah bercukur jenggot dan mengganti pakaian. Para perokok dilarang merokok dan diberikan permen karet nikotin untuk membantu menghadapi situasi.

"Hal yang paling penting adalah kami telah membantu mereka secara kejiwaan dengan mempraktikkan cara bertahan dalam kondisi siang dan malam dan membagi ruang tempat mereka tinggal," ujar Menteri Kesehatan Cile Jaime Manalich.

Saran keempat petugas NASA yang mengunjungi tambang itu telah dijalankan serta ditingkatkan oleh para psikolog dan ahli kesehatan Cile.

"Mereka akan membawa peralatan, sumber energi, dan lampu LED untuk memperhitungkan dengan cermat seberapa besar intensitas cahaya pada setiap bagian tambang," kata Manalich.

Setiap hari, para penambang bangun pada 07.30 dan sarapan roti isi serta yoghurt atau susu.

Mereka lalu membersihkan diri sebelum lapor melalui intercom kepada tim pengawas kesehatan di permukaan atau mendengarkan kabar terbaru yang diberikan pemimpin mereka, Luis Urzua.

Setelah makan siang, diskusi kelompok dilakukan dan ruangan telah disiapkan di sebelahnya untuk membaca ataupun membalas surat-surat dari keluarga.

Makan malam dilakukan pada pukul 20.00 dan tidur dimulai pada pukul 22.00 atau 23.00.

Sumber :
ANT, AFP