KUNDUZ, KOMPAS.com — Para kelompok Taliban membunuh delapan polisi, Kamis (26/8/2010) di Kunduz, Afganistan utara, daerah Afganistan yang relatif tenang, kata seorang pejabat. Serangan itu terjadi sebelum Kamis subuh ketika polisi sedang tidur, kata Gubernur Kunduz Mohammad Omar kepada wartawan. Seorang polisi cedera dan seorang berhasil melarikan diri, katanya. Penduduk mengatakan, ada beberapa korban di kalangan warga sipil, tetapi rincian tentang peristiwa tidak segera diperoleh. Taliban, yang sebagan besar aktif di pangkalan tradisonal mereka di wilayah selatan dan timur, meningkatkan serangan-serangan dalam bulan-bulan belakangan ini di beberapa daerah utara kendati 150.000 tentara asing digelar di negara itu. Kunduz telah jadi pusat serangan-serangan di wilayah utara dan pihak gerilyawan menggunakannya sebagai satu pangkalan untuk melancarkan serangan di daerah itu. Awal bulan ini, seorang pengebom bunuh diri Taliban membunuh tujuh polisi di Kunduz. Sebagai satu tanda kekuatan mereka yang meningkat di povinsi itu, Taliban mengumumkan hukuman pelemparan dengan batu sampai mati terhadap seorang perempuan muda dan seorang pria yang dituduh berselingkuh. Presiden AS Barack Obama menyebut Afganistan sebagai prioritas penting kebijakan luar negerinya dan ingin mengurangi jumlah serdadunya di negara itu pada pertengahan tahun 2011. Sehubungan dengan meningkatnya serangan-serangan Taliban, komandan penting Marinir AS Jenderal James Conway pekan ini mengatakan, batas waktu untuk memulai penarikan pasukan telah meningkatkan moral pada gerilyawan yang yakin mereka dapat mengusir pasukan asing. Dengan opini publik atas konflik meningkat, sementara korban meningkat, penilaian Conway yang tidak biasa dilakukannya itu mungkin akan menigkatkan kecaman terhadap strategi perang Obama menjelang pemilihan anggota Kongres November dan satu peninjauan strategi sebulan kemudian.


