Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 09:51 WIB
AFGANISTAN
Tenggat Bikin Taliban Semangat
Josephus Primus | Josephus Primus | Rabu, 25 Agustus 2010 | 17:04 WIB
|
Share:

AFP PHOTO / STR
Petugas keamanan Afganistan berdiri di dekat sebuah kendaraan yang hancur di lokasi ledakan di Kandahar, Minggu (7/2/2010).

TERKAIT:

KOMPAS.com - Jenderal paling senior di Korps Marinir AS akhirnya angkat bicara. Topiknya, tenggat penarikan pasukan AS dari Afganistan pada Juli 2011. Tenggat itu memang dipatok oleh Presiden Barack Obama.

Sebagaimana warta AP, AFP, dan Reuters pada Rabu (25/8/2010), Jenderal James Conway, sosok dimaksud, memang yang mengatakan kalau Taliban makin semangat menggempur pasukan AS di Afganistan. "Padahal, pasukan AS mungkin harus tinggal beberapa tahun lagi di Afganistan selatan," kata pria gaek yang bakal pensiun dari militer itu.

Cuma, catatan Conway tampaknya bakal berlalu bak angin. "Itu memang ciri sikap lugas marinir," kata beberapa pejabat pemerintahan AS secara tutup.

Dalam kacamata Conway, penetapan tenggat semacam itu bisa dibaca lain oleh Taliban. Artinya, tenggat itu menunjukkan sikap AS yang memang ingin menghentikan perang.    Apa yang menjadi pendapat Conway memang merupakan refleksi perbedaan pandangan antara pemimpin politik di satu sisi dan pemimpin militer Uwak Sam (US) di sisi lain.

Sementara, masih menurut Conway, kawasan selatan Afganistan adalah basis terkuat perlawanan Taliban terhadap pasukan AS. Bagi Conway kemudian, pasukan keamanan Afganistan dinilai mampu menjaga kawasan-kawasan lain negeri itu, kecuali selatan. "Ingat, kawasan itu adalah 'tempat lahir' gerakan perlawanan Taliban," ujarnya.

Conway juga mengatakan 30.000 tentara AS tiba di medan tempur Afganistan awal bulan ini. Ini berarti jumlah tentara AS di negara itu mendekati 100.000 orang.

Sementara, pihak Gedung Putih mengatakan Presiden Obama berencana meninjau perang Afganistan pada Desember mendatang. Makanya, Penasihat Keamanan Nasional Jenderal John Brennan masih tenang-tenang saja sembari memberi jawaban,"Kami masih mengikuti jalur yang ditetapkan Presiden Obama."

Pasukan asing yang memerangi Taliban bergerak di bawah komando AS dan NATO. Pasukan ini mendukung pemerintah dukungan Barat di Kabul menghadapi perlawanan yang dimotori Taliban. Pemberontakan menunjukkan tanda-tanda semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.