Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:47 WIB
Pakistan
AS Bunuh 20 Orang, Ada Bocah dan Wanita
| yuli | Selasa, 24 Agustus 2010 | 03:49 WIB
|
Share:

MIRANSHAH, KOMPAS.com - Sejumlah rudal yang ditembakkan oleh sebuah pesawat tak berawak Amerika Serikat menewaskan 13 militan dan tujuh warga sipil di Waziristan Utara, Pakistan, Senin (23/8/2010).

Para pejabat pejabat intelijen Pakistan, menyatakan, rudal-tudal itu ditembakkan ke tempat persembunyian militan. Sebagian besar dari militan yang tewas adalah gerilyawan Taliban Afghanistan.

Empat anak dan tiga wanita juga tewas dalam serangan udara tersebut. "Rudal-tudal itu menghantam kompleks militan dan sebuah rumah di dekatnya. Kami mengkonfirmasi laporan-laporan bahwa 20 orang tewas," kata seorang pejabat intelijen.

Seorang pejabat lain mengatakan, para anggota jaringan Haqqani yang terkait Al-Qaeda- salah satu kekuatan militan paling efektif yang memerangi pasukan Barat di Afghanistan- menggunakan kompleks bangunan tersebut.      

Para pejabat AS mengatakan, pesawat tak berawak merupakan senjata sangat efektif untuk menyerang kelompok militan. Namun, korban sipil yang berjatuhan dalam serangan-serangan itu telah membuat marah penduduk Pakistan.

Sekitar 1.000 orang tewas akibat lebih dari 100 serangan pesawat tak berawak di Pakistan sejak Agustus 2008, termasuk sejumlah militan senior. Namun, gempuran-tempuran itu telah mengobarkan sentimen anti-Amerika di negara muslim konservatif itu.

AS meningkatkan serangan rudal dengan pesawat tak berawak ke Waziristan Utara setelah seorang pembom bunuh diri Yordania menyerang sebuah pangkalan AS di seberang perbatasan di provinsi Khost, Afghanistan, pada akhir Desember, yang menewaskan tujuh pegawai CIA.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.

Pasukan Pakistan meluncurkan serangan udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober 2009, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.

Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.

Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al-Qaeda dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.

Sumber :
ANT, REUTERS