Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:49 WIB
Taliban Sita Perhatian
| Sabtu, 21 Agustus 2010 | 03:33 WIB
|
Share:

Islamabad, Jumat - Bencana banjir terburuk Pakistan bermula dari Provinsi Khyber Pakhtoonkhwa, dikenal Provinsi Wilayah Barat Laut atau NWFP. Wilayah ini dikenal sebagai basis Taliban Pakistan dan lokasi pertempuran sengit antara Taliban dan militer Pakistan selama ini.

Itulah yang menyebabkan munculnya kekhawatiran pihak AS dan Barat serta Pemerintah Pakistan bahwa Taliban Pakistan dan kelompok radikal lainnya mengambil manfaat dari bencana banjir untuk tujuan.

Taliban juga telah meminta pemerintah tidak menerima bantuan internasional, terutama Barat. Taliban berjanji mengalokasikan dana 20 juta dollar AS untuk korban banjir yang akan dipungut dari para dermawan dalam negeri.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengakui kelompok radikal bisa memanfaatkan bencana banjir ini. Mereka bisa mengambil anak yatim piatu dan dibawa ke kamp-kamp latihan teroris.

Senator AS John Kerry yang berkunjung ke Pakistan dan Afganistan menyatakan, kelompok radikal bisa memanfaatkan bencana untuk memperkuat popularitas. ”Saya tidak ingin kelompok radikal itu mengambil manfaat dari bencana,” kata Kerry, yang berjanji akan meningkatkan bantuan keuangan AS untuk korban banjir hingga 150 juta dollar AS.

AS selama ini telah mengirim 18 helikopter untuk menolong korban banjir sebagai upaya mendulang citra AS di mata rakyat Pakistan. Citra AS memburuk karena AS sering menggunakan pesawat tanpa awak untuk menggempur militan di NWFP, tetapi menewaskan warga sipil.

Bantuan dikorup

Barat dan pemerintah lebih mempersoalkan Taliban ketimbang bantuan segera kepada 20 juta korban banjir di Pakistan, yang dikatakan tengah terancam ”tsunami gerak lambat”. Jutaan rakyat terancam mati kelaparan karena bantuan belum sampai ke semua wilayah.

Kekhawatiran semakin meningkat karena bantuan juga telah dikorup oleh kalangan pemerintah yang menangani bencana. Negara-negara donor diberitakan lebih memilih menyalurkan bantuan ke lembaga bantuan PBB ketimbang langsung ke Pemerintah Pakistan.

Tokoh oposisi Pakistan, Imran Khan, mengatakan, rakyat tidak percaya pada pemerintah soal penyaluran bantuan.

Departemen Luar Negeri dan militer Pakistan kini melobi komunitas internasional untuk memulihkan kepercayaan dan meyakinkan bahwa bantuan banjir tidak akan jatuh ke tangan kelompok radikal dan disalurkan secara transparan alias tidak dikorupsi. (AP/AFP/mth)

Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan