Minggu, 21 Desember 2014

News / Internasional

Militer China Ketinggalan Zaman

Senin, 16 Agustus 2010 | 09:29 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Militer China (Jie Fang Jun atau Tentara Pembebasan Rakyat) dinilai ketinggalan zaman secara teknologi. Harian Tentara Pembebasan Rakyat, Minggu (15/8), menegaskan, China harus mencontoh negara lain, terutama AS, soal modernisasi militer.

Modernisasi militer China merupakan tema pokok reformasi lembaga tersebut. Militer China sudah menggunakan beberapa senjata modern seperti pesawat jet tempur super canggih.

China sudah mengurangi jumlah personel militer, yang terbesar di dunia. Pemerintah Beijing berusaha membangun angkatan perang yang efektif untuk mengantisipasi konflik dengan Taiwan yang didukung AS dan Jepang atau potensi perang langsung dengan AS.

”Namun, untuk mencapai sasaran itu, dibutuhkan keterbukaan pemikiran,” demikian hardikan harian tersebut. Isu keterbukaan pemikiran menjadi ganjalan dalam militer China yang konservatif. ”Masih kuat gaya berpikir khas Tiongkok,” ungkap harian militer itu.

China disarankan untuk berani belajar dari keterbukaan informasi dan komunikasi dengan lembaga militer asing. Harian itu menambahkan, sejarah dan kenyataan membuktikan sebuah negara yang tidak berwawasan global akan tertinggal. Lembaga militer tanpa visi global juga tidak memiliki masa depan.

Masih kalah Disebutkan, AS merupakan contoh baik dalam dua hal, yakni pengadaan persenjataan berbasis teknologi yang sudah tersedia di pasaran seperti penggunaan global positioning system (GPS) dan pelatihan untuk menyesuaikan kemampuan militer dengan teknologi terbaru.

Militer AS merekrut banyak tenaga muda dan menempatkannya dalam penugasan tempur di lapangan secara global.

Militer China terkejut melihat Perang Teluk pertama (1990-1991) karena efektivitas penggunaan peluru kendali AS untuk melumpuhkan persenjataan Irak seperti tank-tank.

Sejak saat itu, China melakukan modernisasi besar-besaran. Meski demikian, kemampuan individu masih minim.

Tahun lalu, China memamerkan peluru kendali Dong Feng (Angin Timur) 21 C yang dapat membahayakan kapal induk AS jika digunakan dalam perang. Keberadaan Dong Feng 21 C dapat menyulitkan bantuan armada AS terhadap Taiwan dalam perang terbuka. (Reuters/ONG)


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: