KABUL, KOMPAS.com - Taliban Afganistan, Kamis (12/8/2010) membantah "sebagai propaganda" sebuah laporan PBB yang mengatakan kelompok gerilyawan itu bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 1.000 warga sipil dalam pertengahan pertama tahun ini. Misi PBB untuk Afganistan (UNAMA) pekan ini mengatakan sejumlah 1.271 warga sipil tewas dalam aksi kekerasan antara Januari sampai Juni, dan Taliban bertangung jawab atas 76 persen dari korban yang tewas itu. Taliban, kelompok gerilyawan utama yang berada di belakang pemberontakan yang menelan korban jiwa itu yang kini memasuki tahun kesembilannya, membantah laporan itu, menuduh badan dunia itu berpihak pada pasukan yang dipimpin AS. "Mengamati statistik-statisk yang dikeluarkan UNAMA, tampaknya jelas sekali bahwa laporan itu didasarkan pada kepentingan politik, pernyataan yang dilebih-lebihkan dan propaganda dan tidak berdasarkan fakta yang ada," kata sebuah pernyataan Taliban yang dikeluarkan di laman internet mereka. "Setiap pemantau dengan mudah memutuskan kebenaran akan laporan-laporan seperti ini dan menilai keabsahan dan kepalsuan yang mungkin ada," imbuh laporan itu. Taliban melancarkan pemberontakan untuk merebut kembali kekuasaan setelah pemerintah mereka digulingkan pasukan pimpinan AS sebagai balasan atas serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
