Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:28 WIB
45 Tentara Perancis Tewas di Afganistan
| Benny N Joewono | Rabu, 7 Juli 2010 | 15:40 WIB
|
Share:

AP PHOTO
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy

PARIS, KOMPAS.com — Sebuah bom telah menewaskan tentara Perancis yang bertugas bersama pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afganistan, demikian dikatakan Kantor Presiden Nicolas Sarkozy, Selasa (6/7/2010).

Kematian itu menambah jumlah tentara Perancis yang tewas di Afganistan menjadi 45 orang, sejak pengerahan mereka pada Januari 2002.

"Presiden telah mendengar pagi ini, dia sangat sedih mendengar berita seorang sersan pada resimen teknik dari Valdahon di Perancis timur yang tewas di Afganistan," kata pernyataan Istana Kepresidenan.

Menurut penyataan, prajurit tersebut anggota detasemen yang memimpin operasi pengintaian di sebuah jalan dekat satu desa, yang disebut Sherkel di sebelah timur laut Kabul.

"Sebuah bom rakitan meledak, mengakibatkan bintara itu luka berat. Ia meninggal karena lukanya di sebuah rumah sakit di Kabul," tambahnya.

Sebagian besar dari 3.500 tentara Perancis di Afganistan ditempatkan di sejumlah distrik di sekitar Kabul dan di bagian timur negara itu, yang menjadi bagian dari pasukan multinasional pimpinan NATO.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO pada Selasa juga mengumumkan empat kematian di bagian selatan negara itu tanpa memberikan kewarnegaraan mereka, sesuai kebijakannya.

Sebanyak 102 tentara asing tewas dalam perang di Afganistan dan sejumlah lainnya luka berat pada Juni lalu.

"Bintara Perancis itu telah membayar dengan hidupnya sebagai komitmen kepada negara Perancis bagi perdamaian dan keamanan rakyat Afganistan," kata pernyataan Presiden tersebut.

Sarkozy mengecam kekerasan ini dan menyampaikan keputusan Perancis untuk terus bekerja di Pasukan Bantuan Keamanan Internasional.

Sumber :
ANT, AFP
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan