Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 21:48 WIB
Bantuan untuk Gaza
Rachel Corrie Putuskan Lanjutkan Misi
Egidius Patnistik | Egidius Patnistik | Rabu, 2 Juni 2010 | 17:16 WIB
|
Share:

Kapal MV Linda sekarang menjadi MV Rachel Corrie telah menetapkan untuk meneyelesaikan misi bantuannya ke Gaza meski ada blokade dan ancaman serangan mematikan dari Israel.

TERKAIT:

DUBLIN, KOMPAS.com — Sebuah kapal bantuan yang membawa kargo ke Gaza, Rabu (2/6/2010), memutuskan untuk menuntaskan misinya meskipun ada blokade laut serta ancaman serangan mematikan dari Israel sebagaimana yang dialami konvoi kapal bantuan sebelumnya, Senin.

Kapal MV Rachel Corrie, sebuah kapal dagang yang telah diubah dan dibeli para aktivis pro-Palestina dan dinamai menurut nama seorang perempuan Amerika yang tewas di Jalur Gaza tahun 2003, berangkat dari Malta, Senin. Kapal itu membawa 15 aktivis, termasuk peraih Nobel Perdamaian Irlandia utara. Seorang awak kapal itu, Derek Graham, mengatakan, Rachel Corrie diperkirakan mencapai lokasi di mana kapal Mavi Marmara diserbu pasukan komando Israel, sekitar Jumat malam atau Sabtu pagi mendatang.

Angkatan Laut Israel menyerbu sebuah kapal Turki yang memimpin konvoi enam kapal, Senin, dan menewaskan sembilan orang. Namun, pihak Israel mengatakan, pasukannya terpaksa melepaskan tembakan mematikan untuk membela diri. Bagaimanapun, pembunuhan terhadap para aktivis itu telah memicu protes dunia dan kecaman terhadap Israel.

"Kami sudah mengadakan pertemuan setelah apa yang terjadi hari Senin pagi dan kami menjadi semakin yakin dari sebelumnya untuk melanjutkan misi kami," kata Graham kepada televisi Irlandia RTE, Rabu. Ia mengatakan, ia akan memberitahu Israel tentang posisi kapal penumpang itu dan meminta orang-orang di kapal untuk tetap tenang.

"Saya akan memberitahu para penumpang dan awak untuk duduk tenang dengan memperlihatkan tangan mereka sehingga mereka (Israel) tidak bisa melakukan seperti yang mereka lakukan pada hari Senin dan mengklaim bahwa kami menyerang mereka," katanya. "Kami adalah misi damai."

Pemerintah Israel telah menawarkan untuk mengawal kapal itu dan menyalurkan bantuan sipil tersebut.

Namun, Graham mengatakan, ia khawatir tidak semua barang akan disampaikan. Kapal ini membawa peralatan medis, perlengkapan sekolah, dan semen, jenis material yang dilarang Israel memasuki Gaza.

Perdana Menteri Irlandia Brian Cowen, yang menggambarkan kapal itu sebagai milik Irlandia, mengatakan, kapal tersebut harus dibiarkan untuk menyelesaikan misinya.

Sumber :
REUTERS