ANKARA, KOMPAS.com — Turki, Rabu (2/6/2010), mengirim tiga pesawat ke Israel untuk memulangkan sekitar 350 aktivisnya yang ditahan setelah serangan militer Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan di perairan internasional dekat Gaza, kata seorang diplomat Turki. "Tujuan kami adalah membawa pulang siapa pun warga Turki termasuk jenazah-jenazah," kata diplomat yang minta namanya tak disebutkan kepada AFP.
Sedikitnya empat warga Turki di antara sembilan orang yang tewas ketika pasukan komando Israel menyerang armada kapal bantuan kemanusiaan di perairan internasional, Senin pagi.
Sebagian besar pertumpahan darah terjadi di atas kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki. Kapal itu membawa ratusan aktivis pro-Palestina dari sekitar 30 negara, termasuk Indonesia.
Israel, Selasa, mengatakan, pihaknya akan mendeportasi semua aktivis asing yang ditahan pasukannya dalam serangan, setelah tekanan dari masyarakat internasional makin meningkat. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan kapal-kapal dan warga sipil yang berada di kapal itu dibebaskan, dan bantuan kemanusiaan hendaknya diteruskan ke Gaza.
DK juga menyerukan agar dilakukan penyelidikan cepat berstandar internasional yang transparan, netral, dan bisa dipercaya. Pasukan Israel mengatakan, mereka telah menewaskan sembilan aktivis pada operasi Senin, dan menangkap enam kapal pada armada kecil itu yang membawa 682 penumpang aktivis pro-Palestina dari 42 negara.
