Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:24 WIB
Jemput Aktivis
Turki Kirim Tiga Pesawat ke Israel
| Egidius Patnistik | Rabu, 2 Juni 2010 | 15:57 WIB
|
Share:

AP
Para petugas medis Israel membawa seorang yang terluka dalam serangan angkatan laut negara itu terhadap sebuah kapal Turki yang mengemban misi kemanusian untuk Gaza, Senin (31/5). Para korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit Rambam di pelabuhan Haifa di utara Israel.

TERKAIT:

ANKARA, KOMPAS.com — Turki, Rabu (2/6/2010), mengirim tiga pesawat ke Israel untuk memulangkan sekitar 350 aktivisnya yang ditahan setelah serangan militer Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan di perairan internasional dekat Gaza, kata seorang diplomat Turki. "Tujuan kami adalah membawa pulang siapa pun warga Turki termasuk jenazah-jenazah," kata diplomat yang minta namanya tak disebutkan kepada AFP.

Sedikitnya empat warga Turki di antara sembilan orang yang tewas ketika pasukan komando Israel menyerang armada kapal bantuan kemanusiaan di perairan internasional, Senin pagi.

Sebagian besar pertumpahan darah terjadi di atas kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki. Kapal itu membawa ratusan aktivis pro-Palestina dari sekitar 30 negara, termasuk Indonesia.

Israel, Selasa, mengatakan, pihaknya akan mendeportasi semua aktivis asing yang ditahan pasukannya dalam serangan, setelah tekanan dari masyarakat internasional makin meningkat. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan kapal-kapal dan warga sipil yang berada di kapal itu dibebaskan, dan bantuan kemanusiaan hendaknya diteruskan ke Gaza.

DK juga menyerukan agar dilakukan penyelidikan cepat berstandar internasional yang transparan, netral, dan bisa dipercaya. Pasukan Israel mengatakan, mereka telah menewaskan sembilan aktivis pada operasi Senin, dan menangkap enam kapal pada armada kecil itu yang membawa 682 penumpang aktivis pro-Palestina dari 42 negara.

Sumber :
ANT, AFP
Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan