KOMPAS.com — Turki tak hendak memperlunak kritiknya terhadap kekerasan bersenjata yang dilakukan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan untuk Gaza. Sementara Uwak Sam (AS) yang statusnya konco akrab Israel bersikap basa-basi seraya berupaya tetap menggunakan kata-kata halus untuk mengecam serangan yang menewaskan sedikitnya sepuluh orang ini.
Media massa seperti AP, AFP, dan Reuters menulis pada Selasa (1/6/2010), Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak NATO melakukan pertemuan segera untuk membahas tingkah polah Israel ini.
Sementara itu, hasil pembahasan secara maraton Dewan Keamanan (DK) PBB di New York menyatakan harus dilakukan penyelidikan yang sifatnya segera, imparsial, kredibel, dan transparan. DK juga ikut mengutuk tindakan-tindakan Israel sambil menyatakan sikap menyesal lantaran adanya jatuh korban gara-gara penggunaan kekuatan militer di perairan internasional terhadap konvoi yang berlayar ke Gaza.
