Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:17 WIB
PASCABENTROKAN
Masih Darurat di Thailand
Josephus Primus | primus | Sabtu, 29 Mei 2010 | 18:53 WIB
|
Share:
AFP PHOTO/ MANAN VATSYAYANA Pemrotes dari kelompok Kaus Merah tergeletak mati di jalan dekat kamp mereka di Bangkok, Rabu (19/5/2010).

KOMPAS.com - Negeri Gajah Putih berangsur pulih. Sepuluh hari pascabentrokan antara kelompok "Kaus Merah" melawan tentara, pemerintah Thailand pun akhirnya mencabut jam malam. "Tapi, keadaan darurat masih diberlakukan," kata Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva sebagaimana media massa AP, Bangkok Post, dan The Nation menulis pada Jumat (28/5/2010).

Abhisit bahkan mengatakan jam malam memang tak butuh perpanjangan. Soalnya, situasi sudah terkendali.

Lebih dari 80 orang tewas dalam kerusuhan yang dipicu oleh unjuk rasa yang mulai berlangsung sejak 14 Maret. Kala itu, Kaus Merah sempat menguasai kawasan-kawasan penting di Bangkok, menuntut pemerintahan Abhisit mengundurkan diri.

Aksi unjuk rasa itu juga mengganggu bisnis perhotelan, restoran, dan pusat perbelanjaan. Saat operasi militer berlangsung, para pengunjuk rasa membakar dan merusak beberapa gedung, termasuk gedung bursa Bangkok dan pusat pertokoan terbesar di Bangkok, World Plaza.

Perdana Menteri Abhisit sempat berjanji akan menggelar pemilihan umum pada  November, dengan syarat pengunjuk rasa menghentikan aksinya. Namun Kaus Merah tetap berunjuk rasa dan Abhisit menarik kembali rencana pemilihan umum awal itu. Walau keadaan sudah tenang, masyarakat Thailand tampaknya sudah terpecah akibat unjuk rasa tersebut.

Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan