SRINAGAR, KOMPAS.com — Peningkatan keamanan dan pemogokan umum yang diserukan para pengacara di Kashmir yang dikuasai India, Senin (10/5/2010), menyebabkan toko-toko, sekolah-sekolah, dan kantor-kantor tutup, dan melumpuhkan aktivitas di wilayah itu.
Pemogokan sehari, yang didukung seluruh faksi-faksi perlawanan, terjadi ketika pemerintah melakukan tindakan keamanan tahunannya dari Jammu sampai ke Srinagar, ibu kota musim panas negara bagian India itu.
"Pemogokan itu adalah untuk memprotes terhadap gagalnya sistem pengadilan negara bagian itu," kata Mian Qayoom, pemimpin para pengacara, mengacu pada penahanan para gerilyawan yang dilakukan setelah pengadilan memerintahkan pembebasan mereka.
Tokoh-tokoh gerilyawan, seperti Shabir Shah, Nayeem Khan, Masarat Alam, dan Ashraf Sehri, tetap ditahan kendatipun pengadilan-pengadilan memerintahkan pembebasan mereka.
Pihak berwenang menutup lokasi permukiman di sebagian besar Srinagar, dan menggelar ribuan polisi dan pasukan paramiliter untuk mencegah protes.
Sekretariat sipil di Jammu, yang merupakan ibu kota musim dingin Kashmir India antara November dan April, ditutup akhir bulan lalu.
Sekretariat di Srinagar diserang dengan roket-roket dan granat-granat oleh gerilyawan Muslim di masa lalu. "Aksi perlawanan terhadap kekuasaan Idia menewaskan lebih dari 47.000 orang sejak meletus tahun 1989," kata data resmi.
Aksi kekerasan menurun setelah India dan Pakistan meluncurkan proses perdamaian tahun 2004, tetapi tahun 2010 serangan gerilyawan meningkat kembali.

