mengalihkan perjalanan mereka ke Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu di Denpasar, Selasa (13/4), menyatakan, pengalihan wisatawan mancanegara (wisman) dari Thailand sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu. Namun, tahun ini diperkirakan akan meningkat.
”Kondisi yang sama dialami negara-negara di Asia Tenggara lain, seperti Malaysia dan Singapura. Keamanan memang menjadi perhatian utama wisatawan. Kita pernah merasakan ketika Bali diguncang bom dua kali tahun 2002 dan 2005. Sekarang kita mendapat keuntungan dari ketidakberuntungan Thailand dan hal ini harus dimaksimalkan,” ujar Subhiksu.
Kondisi kepariwisataan Bali, lanjutnya, terus membaik. Kunjungan wisman selama dua bulan pertama tahun ini mencapai 356.000 orang atau meningkat sekitar 17 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Target kunjungan wisman ke Bali tahun ini adalah 2,5 juta orang.
Kepariwisataan Thailand, kata Subhiksu lagi, mirip dengan Bali, mengedepankan pariwisata massal berbasis pantai, kemolekan alam, dan kekhasan budaya.
Namun, belakangan ini kondisi kepariwisataan Thailand dipertanyakan wisman, khususnya pascakerusuhan yang menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk wartawan asal Jepang, akhir pekan lalu.
Kantor berita Reuters menyebutkan, kunjungan wisman ke Thailand dikhawatirkan anjlok terkait kondisi politik yang memanas. Tahun 2009 saja, yang kondisi sosial politiknya lebih baik daripada tahun ini, Thailand mendapat kunjungan 14,1 juta wisman atau turun sekitar 3 persen ketimbang tahun 2008.
Beberapa agen wisata di negeri itu menyatakan, gelombang protes dan ketidakstabilan politik telah membuat takut ribuan wisman dari China, Hongkong, dan Korea Selatan. Federasi Pariwisata Thailand bahkan menyatakan, pariwisata Thailand telah kehilangan pemasukan hingga 10 miliar baht (setara 309 juta dollar AS) hingga awal April ini akibat krisis politik.
Menurut Ketua Bali Tourism Board Ngurah Wijaya, daerah lain di luar Bali bisa memanfaatkan kondisi kepariwisataan yang demikian, antara lain, dengan meningkatkan promosi di Bali. ”Salah satu kegiatan promosi bersama yang paling dekat adalah Discover Indonesia yang akan digelar di Kuta, Bali, 30 April-2 Mei 2010,” katanya mengingatkan.

