MOGADISHU, KOMPAS.com — Supertanker Korea Selatan, Samho Dream, yang dibajak pada hari Minggu oleh bajak laut Somalia di Samudera India, Selasa ini menuju pelabuhan Hobyo, Somalia.
Seorang pemimpin bajak laut, Abdi Yare, melalui telepon dari Hobyo kepada AFP mengatakan, "Supertanker itu sedang menuju ke sini. Ada puluhan bajak laut di atas kapal."
Seorang nelayan di Hobyo, sebuah pelabuhan yang dikuasai bajak laut yang terletak 300 kilometer di utara Mogadishu, memberi konfirmasi bahwa tanker itu diperkirakan tiba di sana dalam waktu dekat. "Saya telah melihat puluhan perompak menuju ke laut pagi ini untuk mengawal kapal ke daratan. Namun, saya rasa itu masih butuh beberapa jam untuk sampai ke pantai," kata Jama Hussein Adan, seorang nelayan di Hobyo.
Seorang bajak laut lainnya yang mengidentifikasi dirinya sebagai Hassan mengatakan, kapal Korea Selatan itu diserang oleh pembajak gabungan, yang terdiri bajak laut Hobyo dan bajak laut Garaad, kota yang letaknya lebih ke utara di wilayah Puntland.
"Pembajak dari Hobyo dan Puntland bergabung untuk menangkap kapal tanker itu dan mereka akan membuang sauh di Hobyo untuk memulai negosiasi seperti biasa," kata Hassan.
Samho Dream yang berbobot 300.000 ton dengan 24 awak—lima warga Korea Selatan dan 19 Filipina—ditangkap hari Minggu. Supertanker itu mengangkut minyak mentah yang jumlahnya dirahasiakan dari Irak menuju ke negara bagian Louisiana, AS.
Selasa pagi, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan di Seoul mengatakan, sebuah kapal perang negara itu sudah menyusul Samho Dream, tetapi menjaga jarak dari kapal itu demi keselamatan para awak kapal. "Sekitar pukul 01.20 (23.20 WIB, Senin), kapal perusak tiba di perairan di mana Samho Dream sedang berlayar dan dia sekarang beroperasi dekat tanker itu," katanya kepada wartawan. "Kapal yang dibajak itu sekarang menuju Somalia," katanya.
Samho Dream merupakan supertanker ketiga yang dibajak para begundal Somalia. Akhir November lalu mereka membajak Maran Centaurus, supertanker Yunani dengan panjang 332 meter yang membawa dua juta barrel minyak mentah. Kapal itu dibebaskan pada Januari 2010 setelah tebusan antara 5,5 juta hingga 7 juta dollar AS dibayarkan.
Pada November 2008 perompak membajak kapal tanker Saudi, Sirius Star, yang kemudian dibebaskan awal tahun 2009 setelah mendapat tebusan senilai tiga juta dollar AS.

