BRUSSELS, KOMPAS.com — Para perompak menangkap sebuah kapal barang Inggris, Virgin Islands, dengan 25 awak yang sebagian besar orang Sri Lanka, di perairan lepas pantai Oman, Selasa (23/3/2010).
Pasukan angkatan laut Uni Eropa yang berpatroli di wilayah itu mengumumkan, kapal tersebut dibajak sekitar 120 mil laut di lepas pantai Oman. Awak kapal yang terdiri 23 warga Sri Lanka, seorang Filipina, dan seorang lagi dari Suriah ditahan bersama kapal berbobot 11.000 ton berbendera Bermuda Talca yang sedang berlayar dari Mesir menuju Iran.
Para perompak menyerang setelah kapal kargo itu melewati jalur pelayaran yang direkomendasikan internasional, yang diawasi kapal-kapal perang dan pesawat patroli angkatan laut dari Uni Eropa Navfor, NATO, Pasukan Maritim Gabungan, dan satuan-satuan angkatan laut lainnya. Juru bicara Navfor, Komandan John Harbour, mengatakan, serangan di laut bebas adalah contoh lain yang dilakukan perompak, yang biasanya orang-orang Somalia.
Para perompak Somalia menjadi bahaya kronis bagi pelayaran di wilayah itu. Mereka membajak kapal-kapal yang berlayar sendirian untuk mendapatkan uang tebusan, yang secara teratur mereka lakukan.
Navfor mengumumkan pada Selasa pagi bahwa orang-orang yang diduga perompak Somalia itu telah membajak sebuah kapal barang milik Turki di Lautan Hindia, yang berada di luar wilayah patroli angkatan laut. Kapal Frigia yang berbendera Malta ditangkap bersama 21 awaknya yang sebagian besar orang Turki.

