LONDON, KOMPAS.com - Dua komandan Taliban mengungkapkan kepada surat kabar Inggris bahwa ratusan pemberontak memberikan latihan di Iran untuk membunuh pasukan NATO di Afghanistan. Komandan yang tak disebut namanya itu mengatakan kepada The Sunday Times bahwa, para pejabat Iran membiayai mereka untuk menghadiri kursus tiga bulan di kamp-kamp latihan padang pasir di Iran tenggara.
Mereka mengajarkan bagaimana melakukan serangan yang sulit dan meletakkan bom rakitan, yakni bom-bom pinggir jalan yang bertanggungjawab atas kematian banyak tentara Inggris di Afghanistan. Salah seorang komandan itu mengatakan, bahwa aksi penumpasan yang dilakukan militer di Pakistan memaksa para pemimpin Taliban untuk kembali ke Iran, untuk membantu dan melaksanakan pelatihan di sana.
"Militer kini sedang menekan Taliban di Pakistan. Hal ini jelas sulit untuk mencapai tempat-tempat yang suatu saat mudah untuk dimasuki. Saya yakin masih banyak para pejuang saya yang akan pergi ke Iran untuk melatih dalam tahun ini," katanya.
Seorang komandan dari Wardak di Afghanistan tengah mengatakan, "Saya memperoleh beberapa alasan bahwa melatih di Iran sangat bermanfaat, terutama dalam memberikan alih teknik yang saya ajarkan."
Kedua pria itu mengatakan, Iran memasok mereka dengan senjata, sering membayar para pengembara untuk menyelundupkan amunisi, ranjau dan senjata, dengan menyeberangi padang pasir dan melewati gunung-gunung antara Iran dan Afghanistan barat.
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, secara terbuka mendukung Presiden Hamid Karzai, dan keduanya melakukan pembicaraan di Kabul pada bulan ini. Namun para penjabat Amerika Serikat dan Inggris menuduh Iran memberikan dukungan secara rahasia kepada Taliban.


