Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:18 WIB
CSIS-CPIFA Gelar Seminar Hubungan RI-China
Andi Suruji | wsn | Senin, 22 Maret 2010 | 10:21 WIB
|
Share:
BEIJING, KOMPAS.com - Lembaga non-pemerintah CSIS Jakarta bekerja sama dengan CPIFA menggelar seminar mengenai hubungan diplomatik Indonesia dan China. Seminar sehari yang digelar Senin 22 Maret di Hotel Beijing International itu, diselenggarakan dalam rangkaian peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
 
Topik yang dibahas antara lain hubungan Sino-Indonesia di masa lalu dan di masa depan, situasi terkini Asia Timur dan kerja sama regional. Dibahas juga soal perkembangan politik dan ekonomi di China dan Indonesia.
 
Center for Strategic and International Studies (CSIS) merupakan lembaga pemikir independen terkemuka di Indonesia yang senantiasa mengembangkan dan menyumbangkan pemikirian strategis dan kritis kepada pemerintah Indonesia maupun kepada pemerintah dan komunitas global.
 
Sementara mitranya, CPIFA (Chine's People Institute of Foreign Affair, merupakan lembaga yang didirikan tahun 1949 atas inisiatif Perdana Menteri Zhou Enlai, untuk mengembangkan diplomasi yang berbasis masyarakat (people-to-people).
 
Seminar menampilkan tokoh-tokoh kedua lembaga tersebut disamping tokoh-tokoh terkemuka dari kalangan akademisi, peneliti, dan pengusaha. Delegasi Indonesia antara lain Jusuf Wanandi, Rizal Sukma, Hadi Susatro, Abdillah Toha, Azyumardi Azra, Bahtiar Effendy, Tahir, Sofjan Wanandi dari Apindo, ekonom Fauzi Ichsan.
 
Dari pihak China, antara lain Presiden CPIFA Yang Wenchang, mantan Dubes China untuk Indonesia Chen Shiqiu yang kini Wakil Ketua China Society for Human Right Studies.