Saat berada di Jalur Gaza, Ban Ki-moon menyatakan, blokade Israel telah menyebabkan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima. ”Saya katakan dengan jelas dan berulang kali kepada pimpinan Israel bahwa kebijakan blokade yang diterapkan tidak bisa dilanjutkan. Ini sangat buruk,” tandasnya ketika berkunjung di kota Khan Yunis di Jalur Gaza selatan.
Menurut Ki-moon, kebijakan Israel tersebut melemahkan kelompok moderat dan memperkuat kubu radikal di Palestina.
Ki-moon sebelumnya bertemu dengan Presiden Israel Shimon Peres dan dia mengkritik aksi blokade atas Jalur Gaza. Ia kembali menyatakan, blokade Israel itu hanya membawa kesulitan hidup bagi penduduk dan
Sebelumnya di Tepi Barat, Sabtu lalu, Ki-moon dengan didampingi PM Palestina Salam Fayad meninjau beberapa wilayah yang diduduki Israel. ”Saya menyaksikan sendiri dengan jelas bagaimana penduduk Palestina hidup dengan segala pembatasan dan mereka tidak mampu menjalani hidup normal,” ungkap Ki-moon seusai keliling melihat wilayah sekitar kota Ramallah.
Dalam temu pers bersama Fayyad, Ki-moon menegaskan, kuartet perdamaian mendukung sepenuhnya upaya Palestina mendirikan negara sendiri.
Bersamaan dengan itu, utusan khusus AS, George Mitchell, tiba di Israel pada hari Mingggu untuk menggalang perundingan tidak langsung Israel-Palestina.
Mitchell kembali ke Israel setelah tingkat ketegangan hubungan AS-Israel menurun. Israel telah memenuhi sebagian besar tuntutan AS.
Menurut harian pan-Arab Asharq al Awsat, PM Israel Benjamin Netanyahu mengirim surat yang berisi janji tertulis kepada Menlu AS Hillary Clinton.
Dalam surat tersebut, Netanyahu berjanji akan membahas isu-isu substansial dalam perundingan mendatang dan meringankan beban kehidupan warga Palestina di Tepi Barat.
Netanyahu juga berjanji akan menunda semua rencana pembangunan permukiman di Jerusalem Timur serta menghentikan secara total pembangunan permukiman Yahudi di distrik Arab di kota tersebut.
Harian itu mengungkapkan, surat janji Netanyahu tersebut dibuat setelah digelar perundingan maraton di Washington DC antara penasihat politik Netanyahu, Yizthak Molcho, dan penasihat politik Barack Obama, Dennis Ross.
Clinton dalam wawancara dengan televisi BBC mengungkapkan, melunaknya sikap Netanyahu itu lantaran tekanan luar biasa dari AS terakhir ini. ”Tekanan pemerintah Barack Obama telah membuahkan hasil,” ungkapnya.
Situs harian Israel Yedioth Ahronoth mengatakan, Israel terpaksa memenuhi tuntutan AS karena sangat penting bagi pemerintah Obama dan merupakan satu-satunya jalan untuk bisa menggerakkan lagi proses perdamaian.
Wakil Menlu Israel Danny Ayalon menyatakan, Israel memenuhi tuntutan AS. ”Karena hal itu merupakan kebutuhan AS untuk menunjukkan sebagai mediator yang adil, tidak berpihak, dan transparan.”
Namun, meski memenuhi tuntutan AS itu, lanjut Ayalon, Israel tidak memberi konsesi strategis menyangkut kota Jerusalem. Ia menegaskan, Israel akan tetap membangun permukiman Yahudi di kota Jerusalem.
Netanyahu menjelang sidang kabinet juga menegaskan, kebijakan pembangunan permukiman di Jerusalem persis seperti yang diterapkan di kota Tel Aviv. ”Kami akan terus membangun permukiman di Jerusalem, seperti yang kami lakukan selama 42 tahun terakhir ini,’ tandasnya.
Ia mengungkapkan, telah menjelaskan sikapnya itu dalam surat tertulis kepada Menlu AS Hillary Clinton. Namun, Netanyahu tidak menyebut, isi penjelasannya itu.
Palestina telah menuntut Jerusalem timur sebagai ibu kota negara kelak. Jerusalem timur selama ribuan tahun juga sudah dihuni warga Arab Palestina.
Namun, Israel menegaskan tidak akan pernah berkompromi soal Jerusalem timur. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir ini sejumlah keputusan pengadilan Israel mendadak menyatakan sejumlah rumah Arab Palestina adalah ilegal karena itu beralasan untuk disita.

