VLADIVOSTOK, KOMPAS.com - Ribuan warga Rusia berunjukrasa terhadap pemerintah Perdana Menteri Vladimir Putin, dalam rentetan protes akibat kemerosotan tajam standar hidup sejak pukulan krisis ekonomi.
Satu koalisi kelompok oposisi menyatakan sebagai Hari Kemarahan nasional dengan menggelar 50 demo menyoroti meningkatnya ketidakpuasan berkaitan dengan pengangguran, tingginya biaya hidup dan pajak transportasi.
Protes di seluruh negeri ini berbaur dengan berbagai persoalan lokal, yang membuat marah partai yang berkuasa.
Sementara kecaman terhadap Kremlin telah menimbulkan serangkaian aksi protes dalam beberapa bulan terakhir ini, mereka tak bisa mengkonsolidasikan kekuatan mereka.
"Situasinya telah berubah, namun belum mundur dari gerakan," kata Masha Lipman, analis kelompok pemikir Carnegie Moscow Centre mengenai meningkatnya aksi protes, Sabtu (20/3/2010).
Meskipun mereka terpencar secara alami, namun Kremlin sejatinya tetap merasa khawatir terhadap demonstrasi.
"Bagi pemerintah taruhannya sangat tinggi. Bahkan resiko paling sedikitpun masih dirasakan sebagai resiko bagi mereka," katanya.
Sedikitnya 1.500 orang pengunjukrasa keluar dari pelabuhan Lautan Pasifik, Vladivostok, mengangkat tangan mereka mendukung gerakan mementang pemerintah Putin.
Sekitar 1.000 orang berunjukrasa di Saint Petersburg, dan jumlah yang lebih besar dijadwalkan di Moskow pada sore harinya.
"Orang tidak memiliki pekerjaan dan mereka telah muak dengan pengangguran," kata Ivan Fotodtov, 26 tahun, perancang laman Internet dari Vladivostok yang memprotes rancangan undang-undang pengurangan upah, yang tak pernah naik.
"Orang-orang marah bukan hanya kepada pemerintah daerah, tapi juga terhadap Moskow," tegasnya.
Pemilihan lokal pekan lalu menunjukkan, dukungan kepada Partai Persatuan Rusia pimpinan Putin merosot sejak dimulainya krisis ekonomi, yang menyebabkan terhentinya pertumbuhan ekonomi dalam 10 tahun, dan mendorong meningkatnya angka pengangguran di atas sembilan persen.
Tahun lalu, GDP Rusia merosot sekitar delapan persen, yang merupakan kinerja terburuk sejak 1994.


