Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:01 WIB
Avigdor Lieberman: Yerusalem Tidak Diperundingkan
| bnj | Minggu, 21 Maret 2010 | 17:15 WIB
|
Share:

wordpress.com
Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman

BERLIN, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman mengatakan pemberian wilayah kepada Palestina, tidak membantu penyelesaian sengketa Timur Tengah.

"Kemelut itu adalah pertempuran kebudayaan, yang tidak bisa dipecahkan dengan pemberian wilayah," kata Lieberman dalam wawancara dengan mingguan Spiegel.

Sementara itu, AS mencoba melancarkan kembali upaya perdamaian Palestina-Israel lewat perundingan tak langsung di bawah naungan Duta Timur Tengah AS, George Mitchell.

Mitchell dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Minggu (21/3/2010) dan kemudian bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Pekan lalu, Mitchell menunda kunjungan ke Yerusalem bersamaanya dengan kecaman AS atas rencana Israel membangun 1.600 rumah baru bagi pemukim Yahudi di Yerusalem timur, yang diumumkan dalam kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Utusan itu mencoba meyakinkan Israel dan Palestina melanjutkan perundingan tak langsung, yang terancam kemarahan atas pengumuman pembangunan permukiman baru Yahudi tersebut.

"Kami tidak menghasut siapa pun," kata Lieberman, dengan menambahkan bahwa Yerusalem timur, yang dikuasai Israel setelah perang 1967, adalah bagian pokok ibu kota Israel.

"Yerusalem tidak diperundingkan," tambahnya.

Sumber :
ANT, AFP