Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:32 WIB
Pemberontak FARC Culik Lima Kontraktor Minyak
| bnj | Minggu, 21 Maret 2010 | 15:50 WIB
|
Share:
thealligatoronline.com
FARC (Revolutionary Armed Forces of Colombia)
Foto:

BOGOTA, KOMPAS.com - Pemberontak FARC Kolombia menculik lima kontraktor minyak setempat dekat ladang minyak yang dioperasikan AS. Para penculik membawa mereka ke Venezuela, demikian laporan beberapa pejabat, Sabtu (20/3/2010).

Pria-pria yang ditangkap itu bekerja pada perusahaan layanan minyak Tuboscope dan Tecnioriente, yang dikontrak tambah oleh unit lokal dari perusahaan AS Occidental Petroleum, dekat ladang minyak Caricare di negara bagian Arauca, ungkap seorang komandan militer setempat.

"Pekerja keenam berusaha untuk melarikan diri ke semak-semak ketika pemberontak menabrakkan kendaraan mereka saat helikopter militer mendekati mereka," katanya.

Kekerasan dan penculikan dilaporkan telah mereda di negara itu. Presiden Alvaro Uribe, sudah mengirim tentara untuk merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai pemberontak. Namun penculikan ini mengisyaratkan ancaman pemberontak masih ada di negara Andean itu.

"Mereka menculik enam pekerja dari Tuboscope dan Tecnioriente. Penculik membawa mereka ke daerah pedesaan. Saat ini militer berusaha menolong salah seorang pekerja," tegas komandan militer Jenderal Rafael Neira kepada radio setempat.

Gubernur negara bagian Arauca Luis Ataya menyatakan ia percaya orang-orang itu ditangkap untuk diperas dan ia menyalahkan FARC.

FARC, Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia ini merupakan kekuatan pemberontak yang sangat berpengaruh dan ditakuti. Berulangkali mereka mengganggu pemerintah selama beberapa dasawarsa.

Investasi asing, khususnya di bidang perminyakan dan pertambangan, sangat tertarik untuk berinvestasi di daerah yang kaya minyak ini namun, selalu mendapat ganggungan dari pihak FARC.

Kolombia saat ini merupakan negara penghasil minyak nomer 4 di Amerika latin, dengan produksi lebih dari 700.000 barel per hari.

Pemberontak sering menangkap warga sipil untuk diperas, tapi mereka juga menahan 24 tentara dan polisi untuk memicu konflik politik sebagai bagian dari aksi perlawanan mereka.

FARC, telah dibungkap oleh pemerintah lewat kematian sejumlah komandannya serta aksi pembelotan yang dilakukan para anggotanya, saat ini mengubah taktik dengan menggunakan cara gerilya pukl dan lari.

Para pemberontak ini menggunakan ranjau darat buatan sendiri untuk menyerang dan mengganggu tentara. Tapi mereka suatu saat mereka juga melakukan serangan besar.

Desember lalu, pasukan komando pemberontak ini menculik gubernur negara bagian Caqueta dari rumahnya, dan membawanya ke hutan.

Di hutan ini para pemberontak dengan kejam menggorok leher gubernur dan membuang mayatnya, sebagai peringat kepada pemerintah bahwa mereka masih ada.

Penculikan pekerja minyak itu terjadi hanya beberapa hari sebelum FARC merencanakan untuk membebaskan dua tentara. Salah satu dari mereka telah ditahan selama hampir 12 tahun di kamp rahasia di hutan.

Sejumlah awak helikopter Brazil dan komite Palang Merah telah siap siaga untuk mengambil mereka.

Sumber :
ANT, REUTERS