BANGKOK, KOMPAS.com- Massa pengunjuk rasa di Thailand mengumumkan akan menggelar aksi sepanjang akhir pekan dengan demi antipemerintah. Aksi akan diawali Sabtu (20/3/2010) ini dengan sebuah prosesi masif di seluruh Kota Bangkok, dan kemudian diikuti dengan pengecatan dengan darah (blood painting). Aksi ini merupakan taktik terakhir untuk mencapai tujuan menggelar pemilu segera.
Ribuan pengunjuk rasa dengan mengenakan kaos merah, sebuah simbol perlawanan pendukung mantan PM Thaksin Sinawatra, hingga saat ini masih berkemah di jantung Kota Bangkok. Dan dari situlah long march keliling kota melintasi pusat bisnis Bangkok akan dimulai.
"Ini akan menjadi pawai sangat masif," kata Jatuporn Prompan, pemimpin gerakan yang menamakan dirinya Front Persatuann untuk Demokrasi Melawan Diktator itu. "Pengunjuk rasa akan berkeliling Bangkok menggunakan ribuan kendaraan," lanjutnya.
Para pengunjuk rasa menuntut PM Abhisit Vejjajiva untuk membubarkan parlemen dan menyelenggarakan pemilihan umum seera. Kedua tuntutan itu sudah berulangkali ditolak pemerintah yang tengah berkuasa. PM Abhisit sendiri dilaporkan sudah sepekan terakhir ini terpaksa bekerja dan menginap di markas militer untuk menghindari pengunjuk rasa.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

