LONDON, KOMPAS.com — Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyuarakan keprihatinan besar, Jumat (19/3/2010), atas pembangunan permukiman Israel di Jerusalem timur.
Ia mengatakan bahwa hal itu harus dihentikan karena merupakan penghalang perundingan perdamaian. "Saya kira apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sangat memprihatinkan," kata Brown.
"Saya ingin menekankan arti pentingnya menghentikan program pemukiman jika ini menjadi penghalang untuk perundingan lebih lanjut yang dilakukan antara Palestina dan Israel," katanya.
Palestina menolak untuk kembali ke perundingan langsung hingga Israel membekukan seluruh kegiatan pembangunan permukiman di kawasan Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur.
Kuartet Timur Tengah melakukan perundingan di Moskwa, Jumat, yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, dan Kepala Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton.
Brown menekankan dukungannya untuk Israel. Namun, dia mengatakan bahwa masyarakat internasional harus berpikir hati-hati dalam beberapa pekan mendatang mengenai cara untuk mencegah rusaknya perundingan perdamaian.
Palestina menginginkan Jerusalem Timur, yang diduduki dan dikuasai oleh Israel setelah perang 1967, untuk menjadi ibu kota negara mereka pada masa depan.


