MOSKWA, KOMPAS.com — Israel dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang kuat dan kekal sekalipun ada ketegangan baru-baru ini terkait rencana negara Yahudi itu membangun permukiman baru. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Moskwa.
"Hubungan kami terus berlangsung. Ini mendalam dan luas, kuat dan kekal," kata Hillary setelah sebuah pertemuan dengan Kuartet Internasional untuk Timur Tengah di Moskwa, Jumat (19/3/2010).
Hal itu dikatakan walaupun AS mendukung seruan kuartet untuk membekukan seluruh kegiatan pembangunan pemukiman, setelah Pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 1.600 rumah baru di Jerusalem Timur.
"Kami semua mengutuk pengumuman itu dan kami berharap semua pihak untuk bergerak menuju sebuah perundingan," kata Hillary.
"Kami yakin bahwa peluncuran perundingan sama pentingnya bagi Israel dan Palestina," katanya.


