Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:06 WIB
Afganistan Terlepas dari Utang Semiliar Dollar AS
Josephus Primus | primus | Kamis, 18 Maret 2010 | 04:09 WIB
|
Share:

PARIS, KOMPAS.com — Paris Club dari 19 negara kreditor, Rabu (17/3/2010), membatalkan semua utang Afganistan kepada anggotanya, lebih dari satu miliar dollar AS, setelah Kabul berkomitmen untuk memerangi kemiskinan.
   
Kelompok informal dari negara-negara industri itu mengatakan, dalam sebuah pernyataannya, menghapus 585 juta dollar AS utang dalam basis bilateral dan sukarela setelah Pemerintah Afganistan bersumpah untuk mengalokasikan sumber daya yang dibebaskan untuk memerangi kemiskinan.
   
Paris Club mengatakan juga memutuskan untuk membatalkan tambahan 441 juta dollar AS yang merepresentasikan pangsa klub dari sebuah inisiatif IMF dan Bank Dunia yang memberikan pinjaman bunga rendah kepada negara-negara termiskin dunia.
   
Sebanyak 1,026 miliar dollar AS utang diampuni oleh Paris Club, mewakili sekitar setengah utang publik eksternal Afganistan Maret 2009, atau 2,104 miliar dollar AS, kata kelompok. "Para kreditor Paris Club menyambut tekad Republik Islam Afganistan untuk mengimplementasikan sebuah strategi pengurangan kemiskinan komprehensif dan sebuah program ekonomi ambisius memberikan dasar bagi  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam konteks lingkungan ekonomi global yang sulit," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
   
Menteri Keuangan Afganistan Omar Zakhilwal memimpin delegasi pemerintahannya pada pertemuan restrukturisasi utang dengan Paris Club. Wakil Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut.
   
Kelompok mengatakan, mereka setuju untuk membatalkan utang Afganistan setelah perang merobek negara itu mencapai "titik penyelesaian" di bawah inisiatif IMF dan Bank Dunia untuk negara-negara miskin berutang banyak (HIPC) yang mengharuskan peserta untuk mengambil langkah-langkah mengurangi kemiskinan dalam rangka memenuhi syarat untuk mendekati bunga pinjaman 0 persen.
   
Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional mengatakan pada Januari bahwa Afganistan telah melakukan "sejumlah reformasi penting" untuk mencapai titik penyelesaian Inisiatif HIPC.
   
Reformasi termasuk langkah-langkah untuk mulai melaksanakan strategi pembangunan nasional, menjaga lingkungan ekonomi makro yang stabil, dan meningkatkan manajemen utang, kata mereka.
   
Otoritas Afganistan juga membuat kemajuan dalam pengelolaan keuangan publik, reformasi sektor pertambangan, serta transparansi dan akuntabilitas di bidang kesehatan dan pelayanan pendidikan, kata lembaga-lembaga keuangan internasional.

Sumber :
ANT, AFP, REUTERS