Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:30 WIB
BILATERAL
Israel Redakan Ketegangan dengan AS
| Kamis, 18 Maret 2010 | 03:36 WIB
|
Share:

Kairo, Kompas - Upaya Israel meredakan ketegangan hubungan dengan AS masih belum menemukan titik terang. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Philip J Crowley mengungkapkan, AS masih menunggu jawaban Israel atas tuntutan yang diajukan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk mengakhiri krisis hubungan AS-Israel.

Demikian dikutip harian Israel, Haaretz, Rabu (17/3). Pekan lalu Hillary meminta Israel melakukan penyidikan atas keluarnya keputusan pembangunan 1.600 unit rumah baru di Jerusalem Timur dan

membekukan rencana itu. Hillary meminta Israel menunjukkan niat baik kepada Palestina dan menegaskan bahwa perundingan dengan Palestina harus menyangkut isu substansial.

Crowley menanggapi upaya rekonsiliasi antara PM Israel Benjamin Netanyahu dan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang dipermalukan oleh Israel pekan lalu saat berkunjung ke Israel.

Harian terkemuka Israel, Yedioth Ahronoth, mengungkapkan, sejumlah pejabat Israel berusaha menggelar pertemuan antara Netanyahu dan Biden di Washington DC pekan depan. Netanyahu akan menghadiri pertemuan American Israel Public Affair Committee (AIPAC) di AS.

Diberitakan, Netanyahu dan Biden telah melakukan percakapan lewat telepon pada Selasa malam.

Perbaiki tindakan

Namun, pada Selasa lalu Hillary menegaskan, komitmen AS terhadap keamanan Israel dan hubungan AS-Israel tidak akan putus.

Netanyahu menanggapi itu dengan menyatakan Israel menunjukkan komitmen terhadap perdamaian, baik lewat ucapan maupun tindakan.

Namun, diduga kuat, tindakan Israel yang mempermalukan Biden, antara lain dengan memberi kado berupa kaca pecah kepada Biden oleh Netanyahu, menjadi salah satu pemicu pertikaian.

Netanyahu pun kembali mengutip pidatonya di Universitas Bar Ilan tahun lalu. Kala itu dia menegaskan setuju negara Palestina berdiri. Harian Israel Maariv mengungkapkan, Netanyahu bersedia membekukan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur secara rahasia selama perundingan dengan Palestina untuk mengakhiri krisis hubungan dengan AS.

AS meminta Netanyahu mengumumkan pembekuan permukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur itu kepada publik. Netanyahu menolak itu.

Presiden Israel Shimon Peres memperingatkan Israel soal memburuknya hubungan dengan AS. Peres meminta pemerintah Israel membangun persahabatan dengan semua negara, khususnya AS, untuk menjamin dukungan politik kepada Israel.

Kolumnis pada The New York Times, Thomas Friedman, mengatakan tidak yakin Israel sengaja melecehkan Joe Biden. Namun, kata Friedman, kasus tersebut terjadi karena kurangnya pengalaman partai-partai berkuasa di Israel sekarang.

Menurut Friedman, pemerintahan Netanyahu dengan komposisi koalisi seperti sekarang tidak mampu mengusung strategi perdamaian dan tidak dapat menjadi mitra hakiki perdamaian bagi Palestina. (mth)

Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan