Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:00 WIB
PM Maliki Sementara Unggul
Josephus Primus | primus | Rabu, 17 Maret 2010 | 03:25 WIB
|
Share:

BAGHDAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Nuri al-Maliki menang tipis dalam pengumpulan suara pada Selasa (16/3/2010) atas saingan utamanya guna mempertahankan posisi puncak, demikian hasil-hasil sementara pemilihan parlemen Irak.
    
Aliansi Hukum Negara yang dipimpin Maliki unggul di Baghdad dan enam provinsi lain di bagian selatan Irak sementara saingan utamanya mantan Perdana Menteri Iyad Allawi tampaknya meraih dukungan cukup  banyak di seluruh negeri.
    
Para petugas masih terus melakukan penghitungan suara pemilihan yang diadakan pada 7 Maret dan sebanyak 80 persen kertas suara telah dihitung hingga Selasa malam.
    
Pemilihan -- yang kedua sejak Saddam Hussein digulingkan dalam invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2003 -- berlangsung kurang dari enam bulan sebelum AS dijadwalkan menarik seluruh pasukan tempurnya dari Irak.
    
Partai aliansi itu memimpin di Baghdad, provinsi terbesar di Irak dan kursi parlemen yang diperebutkan lebih banyak dua kali dari yang lain, dan juga di Basra, provinsi terbesar ketiga dan kaya minyak di selatan Irak.
    
Aliansi itu juga unggul di lima provinsi lain yang sebagian besar berpenduduk Syiah, tapi gagal meraih posisi tiga teratas di semua provinsi kecuali di salah satu provinsi yang mayoritas berpenduduk Sunni.
    
Koalisi Iraqiya pimpinan Allawi sebaliknya unggul di empat provinsi termasuk Nineveh, provinsi terbesar kedua di Irak, tapi bersaing ketat di Kirkuk, provinsi terbesar kelima. Allawi juga berada di posisi tiga besar di enam provinsi yang mayoritas berpenduduk Syiah. Maliki berada di posisi teratas atau kedua di provinsi-provinsi tersebut.
    
Aliansi Nasional Irak, koalisi yang dipimpin kelompok-kelompok agama beraliran Syiah berada di posisi pertama di tiga provinsi di bagian selatan Irak sementara Kurdistan, aliansi dua bekas faksi utama Kurdi yang memberontak, unggul di seluruh tiga provinsi Kurdistan.
    
Kelompok Maliki dan Allawi mengatakan mereka telah mengadakan
pembicaraan dengan blok saingan untuk membentuk pemerintahan.
    
Hasil lengkap pemilihan diperkirakan dapat diketahui pada 18 Maret dan hasil final baru diketahui akhir Maret setelah seluruh keluhan diselidiki dan diselesaikan.

Sumber :
ANT, AFP, REUTERS