Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:12 WIB
Bulgaria Tertarik Belajar Antikorupsi dari Indonesia
Josephus Primus | primus | Rabu, 17 Maret 2010 | 01:31 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com — Deputi Perdana Menteri/Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov menyatakan keinginannya untuk mempelajari cara Indonesia memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi.
    
Keinginan pejabat itu disampaikan ketika ia menerima Dubes RI untuk Bulgaria Immanuel Robert Inkiriwang di Kementerian Dalam Negeri Bulgaria, ujar Sekretaris Tiga KBRI Sofia Aditya Timoranto, Selasa (16/3/2010).
    
Dikatakannya, Tsvetanov tertarik dengan upaya Indonesia memberantas KKN dan pembentukan KPK. "Bulgaria dapat belajar dari pengalaman Indonesia," ujarnya.
    
Dubes Inkiriwang mengatakan, Indonesia dan Bulgaria memiliki banyak kesamaan dalam prioritas agenda politik dalam negeri masing-masing, di antaranya di bidang penegakan hukum, menciptakan pemerintahan yang bersih, dan memberantas korupsi serta terorisme.
    
Dubes itu mengatakan, komitmen kuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dengan mencegah dan memberantas KKN, selain pembentukan KPK yang memiliki wewenang menyelidiki, menangkap, mengadili, dan menuntut.
    
Deputi PM/Mendagri Bulgaria itu tertarik dengan keberhasilan KPK mengungkap berbagai kasus korupsi besar dan menghukum para pelakunya serta menyatakan Bulgaria dapat belajar dari pengalaman Indonesia.
    
Pemerintah Bulgaria melakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi dan kejahatan terorganisasi, antara lain, melalui pembentukan tim investigasi khusus yang melibatkan pejabat dari berbagai instansi terkait, termasuk "State Agency for National Security" dan Kemdagri Bulgaria yang membawahkan Kepolisian Bulgaria serta melibatkan kerja sama internasional, terutama dengan Uni Eropa.
    
Dubes RI menambahkan bahwa kerja sama RI-Bulgaria semakin meningkat dengan ditandatanganinya Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas serta perjanjian kerja sama ekonomi di Lombok, November tahun lalu.
    
Kerja sama yang terjalin baik ini dapat lebih ditingkatkan dengan kerja sama di bidang penegakan hukum, menciptakan pemerintahan yang bersih, pencegahan dan pemberantasan penyelundupan manusia, pencucian uang, serta terorisme.
    
Keduanya sependapat mengenai perlunya pertukaran kunjungan pejabat terkait untuk bertukar pengalaman di bidang penegakan hukum dan juga di bidang keimigrasian.
    
Pada kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan cendera mata kepada Deputi PM/Mendagri Bulgaria berupa sepasang wayang golek.

Sumber :
ANT