KHARTOUM, KOMPAS.com - Dua pekerja bantuan Perancis yang diculik di Republik Afrika Tengah tahun lalu telah dibebaskan di wilayah Darfur yang bergolak di Sudan, Minggu (13/3/2010), kata Komite Palang Merah Internasional dan Kementerian Luar Negeri Perancis.
Kedua orang itu, yang tidak disebutkan namanya, ditangkap di kota Birao di perbatasan dengan Chad dan Sudan pada 22 November, ketika bekerja pada organisasi bantuan Triangle Perancis. "Kami memberikan bantuan transportasi dan mereka akan naik pesawat ke Khartoum," juru bicara ICRC Saleh Dabbakeh mengatakan di ibu kota Sudan, Khartoum.
"Dua rekan kami sekarang melakukan perjalanan ke Khartoum," Menlu Perancis Bernard Kouchner mengatakan dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan perincian lagi.
Sebuah kelompok yang menyebut dirinya Elang Bebas Afrika menyatakan bertanggung-jawab atas penculikan itu dan mengancam untuk membunuh mereka semua kecuali pemerintah Perancis memulai pembicaraan. Pekerja bantuan ketiga telah dibebaskan bulan lalu.
Kelompok Elang Bebas Afrika mengatakan kelompok itu terdiri atas para pemuda Afrika yang muak dengan kebijakan Perancis di benua tersebut dan yang ingin Paris bekerja untuk kepentingan rakyat Afrika.
Beberapa warga Perancis masih disandera oleh berbagai kelompok di sekeliling dunia, termasuk dua wartawan di Afganistan, yang diyakini berada di tangan gerilyawan Taliban. "Saya mengharapkan teman-teman lain yang disandera di tempat lainnya di dunia akan dengan cepat dibebaskan," kata Kouchner.
(

