Sejumlah penumpang terpaksa tidur di Bandara Internasional Eleftherios Venizelos di Spata, menyusul aksi pemogokan di seantero Yunani, Kamis (11/3). Tak hanya bandara, tapi rumah sakit-rumah sakit pun lumpuh akibat pemogokan, memprotes kebijakan Pemerintah Yunani.
ATHENA, KOMPAS.com-Sekitar 10.000 orang yang turun ke jalan-jalan di pusat kota Athena, Yunani, Kamis (11/3), terlibat bentrokan dengan pasukan polisi antihuru-hara. Aksi itu merupakan bagian dari mogok nasional untuk menentang kebijakan ketat pemerintah yang melakukan penghematan di sejumlah sektor.
Aksi mogok nasional itu menyebabkan semua penerbangan tidak berjalan dan transportasi darat terhenti. Semua rumah sakit pemerintah nyaris kosong, dan hanya menyisakan petugas-petugas darurat saja. Semua siaran berita, baik radio maupun televisi, dihentikan selama 24 jam.
Semua aksi itu untuk memprotes pemotongan uang belanja serta kenaikan pajak yang dirancang guna mengatasi krisis keuangan negara. Pemotongan itu dialami antara lain oleh pegawai negeri sipil, termasuk polisi dan tentara, dan para pensiunan yang gajinya sudah terlalu kecil untuk dipotong lagi.
Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang menghujani petugas dengan batu. Lebih dari 10.000 pemogok dan pengunjuk rasa berbaris melintasi jalan-jalan di pusat kota Athena sambil menabuh drum dan menyanyikan slogan-slogan mengutuk pemerintah.
Slogan yang banyak diteriakkan ialah ”Tidak ada korban untuk plutokrasi” dan ”Pekerjaan yang nyata, gaji yang lebih tinggi”. Sejumlah peserta membentangkan spanduk di sisi sebuah apartemen. Di spanduk tersebut tertulis huruf yang mencolok mata dengan kata-kata ”Tidak ada lagi korban, perang dilawan perang”. (AFP/AP/REUTERS/CAL)