Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 04:55 WIB
Netanyahu Bertepuk Sebelah Tangan
Josephus Primus | primus | Jumat, 12 Maret 2010 | 06:38 WIB
|
Share:

RAMALLAH, KOMPAS.com — Pemerintah Otonomi Nasional Palestina atau PNA, Kamis (11/3/2010), menolak "penyesalan" Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai usul rencana pembangunan rumah baru di daerah sengketa Jerusalem Timur.
   
Pemimpin perunding Palestina, Saeb Erakat, mengatakan, Netanyahu telah berbicara mengenai "kekhilafan" soal waktu pengumuman proyek permukiman baru dan bukan menyampaikan kesalahan yang menjadi intinya.
   
Kantor Netanyahu mengatakan, dalam satu pernyataan, Netanyahu "menyesal" karena pengumuman itu disampaikan saat Wakil Presiden AS Joe Biden berada di wilayah tersebut guna membantu Israel dan Palestina melanjutkan pembicaraan perdamaian yang telah macet sejak Desember 2008.
   
Erakat menambahkan, permohonan maaf Netanyahu tak dapat diterima karena perbedaan Palestina dengan Netanyahu meliputi masalah seluruh permukiman yang bertentangan dengan hukum internasional. "Netanyahu harus membatalkan keputusan untuk membangun 1.600 rumah di permukiman Yahudi di Jerusalem Timur," kata Erakat.
   
PNA sebenarnya siap memulai lagi pembicaraan tak langsung yang diperantarai AS dengan Israel.
   
Erakat mengatakan, awal pembicaraan itu kini menjadi masalah akan topik bagi Amerika Serikat untuk menekan Israel mencabut rencana permukimannya baru-baru ini.

 

Sumber :
ANT, REUTERS