Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:15 WIB
Andalkan Tembaga, Zambia Cari Utang dari China
Josephus Primus | primus | Jumat, 12 Maret 2010 | 04:10 WIB
|
Share:

AP
In this Oct. 16, 2009 file photo, a bank clerk counts U.S. 100 dollar bills near bundles of Chinese renminbi notes at a bank in Hefei, in central Chinas Anhui province. A decline in Chinas declared holdings of U.S. Treasury bills comes as it is trying to diversify its foreign assets. But analysts say Washingtons debt is still the only asset big enough to absorb the trade-fueled flood of cash Beijing needs to invest, and it might be adding to its hoard with secret purchases through banks abroad.

TERKAIT:

LUSAKA, KOMPAS.com - Zambia telah berpaling ke China untuk bantuan keuangan karena suku bunga yang menarik, Presiden Rupia Banda mengatakan, Kamis (11/3/2010).  "Kami memerlukan pembiayaan pada tingkat pemegang konsesi yang memungkinkan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan," kata Banda kepada direktur pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn selama kunjungannya.
   
"Ini adalah salah satu alasan mengapa kami harus melihat ke China untuk dukungan," tambahnya.
   
Hubungan antara China dan produsen tembaga terkemuka Afrika  itu telah berkembang selama lima tahun terakhir.
   
Banda minggu lalu mengakhiri sepuluh hari kunjungan kenegaraan ke China, kembali dengan satu miliar dollar AS pinjaman.
   
Pada Juni 2009, China Nonferrous Metals Company membeli tambang tembaga Zambia 50 juta dollar AS dan telah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan sampai dengan 400 juta dollar AS di sektor pertambangan nasional.  Bulan lalu, kedua negara menandatangani perjanjian pertambangan dan kesepakatan untuk membangun zona ekonomi bersama.
   
Banda kepada Strauss-Kahn mengatakan bahwa Zambia telah mengatasi dampak resesi global dengan baik karena kebijakan ekonomi pemerintah yang sehat.  "Ketika sebagian besar ekonomi di seluruh dunia mengalami kontraksi, ekonomi Zambia  tumbuh lebih dari 6,0 persen," kata Banda.
   
"Indikator ekonomi lainnya seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, kesinambungan utang dan lainnya sama-sama membaik," tambahnya.
   
Penghasil devisa utama Zambia adalah tembaga, memberikan kontribusi 80 persen dari pendapatan ekspor.

 

Sumber :
Ant, Xinhua, Oana