Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:58 WIB
YUNANI
Athena Kembali Dilanda Pemogokan
| Jumat, 12 Maret 2010 | 03:56 WIB
|
Share:

Athena, Kamis - Sekitar 10.000 orang yang turun ke jalan-jalan di pusat kota Athena, Yunani, Kamis (11/3), terlibat bentrokan dengan pasukan polisi antihuru-hara. Aksi itu merupakan bagian dari mogok nasional untuk menentang kebijakan ketat pemerintah yang melakukan penghematan di sejumlah sektor.

Aksi mogok nasional itu menyebabkan semua penerbangan tidak berjalan dan transportasi darat terhenti. Semua rumah sakit pemerintah nyaris kosong, dan hanya menyisakan petugas-petugas darurat saja. Semua siaran berita, baik radio maupun televisi, dihentikan selama 24 jam.

Semua aksi itu untuk memprotes pemotongan uang belanja serta kenaikan pajak yang dirancang guna mengatasi krisis keuangan negara. Pemotongan itu dialami antara lain oleh pegawai negeri sipil, termasuk polisi dan tentara, dan para pensiunan yang gajinya sudah terlalu kecil untuk dipotong lagi.

Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang menghujani petugas dengan batu. Lebih dari 10.000 pemogok dan pengunjuk rasa berbaris melintasi jalan-jalan di pusat kota Athena sambil menabuh drum dan menyanyikan slogan-slogan mengutuk pemerintah.

Slogan yang banyak diteriakkan ialah ”Tidak ada korban untuk plutokrasi” dan ”Pekerjaan yang nyata, gaji yang lebih tinggi”. Sejumlah peserta membentangkan spanduk di sisi sebuah apartemen. Di spanduk tersebut tertulis huruf yang mencolok mata dengan kata-kata ”Tidak ada lagi korban, perang dilawan perang”.

Di antara para demonstran, ada sekitar 100 orang berpakaian seperti anak muda, mengenakan helm dan topeng ski. Sebagian besar dari mereka merusak jendela-jendela toko serba ada dan bank, dan menyemprotkan cat berwarna coklat ke arah polisi antihuru-hara.

Pemilik toko di sepanjang rute demonstrasi bergegas menutup jendela. Di beberapa blok lainnya, para tamu restoran makan di luar restoran. Krisis di Yunani telah menekan euro di 16 negara yang menggunakan mata uang itu, tetapi Pemerintah Yunani di bawah tekanan Uni Eropa berhasil meningkatkan fiskalnya.

Yunani telah mengumumkan tambahan 4,8 miliar euro (65,33 miliar dollar AS) dalam bentuk tabungan melalui pemotongan gaji sektor publik dan kenaikan pajak konsumen. Semua kebijakan itu telah menimbulkan gelombang protes baru akibat ketidakpuasan para tenaga kerja dan buruh.

Sementara para rekannya sedang sigap menghadapi para demonstran, puluhan anggota polisi lain justru bergabung dengan kelompok demonstran. Mereka yang gajinya pas-pasan merasa sangat dirugikan, dan bahkan jatuh miskin karena kebijakan baru itu. ”Polisi dan aparat keamanan lainnya juga terpukul dengan kebijakan langkah baru karena gaji kami sangat rendah,” kata Yiannis Fanariotis, sekretaris jenderal asosiasi polisi.

Pemerintah mengatakan, pemotongan merupakan satu-satunya cara untuk mengangkat Yunani keluar dari krisis. Wakil PM Theodore Pangalos mengatakan, Yunani bisa saja mengambil jalan pintas meminjam dari lembaga internasional, tapi langkah itu berisiko. (AFP/AP/REUTERS/CAL)

Jumat, 25/05/2012 19:20 WIB

Gen Untuk Pil Kontrasepsi Pria

Jumat, 25/05/2012 14:18 WIB

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan