KABUL, KOMPAS.com - Serangan-serangan bom terpisah menewaskan lima warga sipil Afganistan, termasuk empat anak, dan seorang prajurit NATO di daerah-daerah yang dilanda kekerasan, Kamis (11/3/2010), kata militer.
Prajurit yang kewarganegaraannya tidak diumumkan, tewas ketika sebuah bom rakitan meledak di Afghnistan selatan, kata Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.
Dengan kematian terakhir itu, jumlah prajurit asing yang tewas di Afganistan menjadi 121 sepanjang tahun ini dan itu menggarisbawahi kondisi konflik yang semakin mematikan bagi lebih dari 120.000 prajurit pimpinan AS dan NATO di negara tersebut.
Tahun lalu, 77 prajurit asing tewas pada tiga bulan pertama 2009 di Afghanistan, menurut situs independen icasualties.org yang mencatat angka kematian militer.
Sementara itu, empat anak dan seorang warga sipil tewas dalam ledakan bom terpisah di dekat pos terdepan NATO di provinsi Kapisa, sebelah timurlaut Kabul, ibukota Afganistan, Kamis, kata seorang pejabat militer.
