LONDON, KOMPAS.com - Seorang pakar komputer British Airways (BA) mulai diadili di pengadilan Kamis (11/3/2010) atas tuduhan perencanaan serangan bunuh diri.
Menurut jaksa, pria ini menyamar sebagai anggota awak kabin saat terjadi pemogokan.
Rajib Karim, 30, pria kelahiran Bangladesh asal Newcastle ini bakal menghadapi tiga tuduhan di bawah undang-undang terorisme.
Dia dituntut dengan dua tuduhan rencanan serangan bunuh diri dan bom bunuh diri. Sementara sebuah sumber mengatakan Rajib Karim juga dituduh memiliki kontak terorisme dengan negaranya, Pakistan dan Yaman, demikian dilaporkan Associated Press.
Rajib dituduh dengan sengaja merencanakan tinggal di Inggris agar memperoleh paspor dan mendapatkan pekerjaan di maskapai penerbangan.
Jaksa Colin Gibbs mengatakan kepada hakim Pengadilan kota Westminster, Rajib sengaja mencari informasi tentang pemogokan yang terjadi di maskapai penerbangan, dan kemudian menawarkan dirinya untuk menggantikan pekerja yang sedang mogok.
"Dalam sebuah aksi pemogokan yang dilakukan staff BA, Rajib menawarkan diri untuk menggantikan pekerja yang mogok agar bisa melakukan serangan terorisme di atas pesawat," katanya.
Pemogokan yang direncanakan oleh awak kabin BA, perusahaan penerbangan terkemuka di Inggris selama Natal.
Rajib juga menghadapi tuduhan ketiga, yaitu dugaan mengumpulkan uang dan mengirim uang tersebut untuk kepentingan pendanaan aksi terorisme dan berhubungan dengan mitranya di luar negeri.
Ketiga pelanggaran yang dilakukan Rajib diduga terjadi antara bulan April 2006 dan Februari tahun ini.
Rajib ditangkap Aparat Kepolisian Anti Trorisme Scotland Yard yang bekerjasama dengan pihak aparat kepolisian timur laut Inggris, pada 25 Februari. "Sidang ini akan digelar kembali oleh pengadilan pada 26 Maret," kata Hakim Timothy Workman.


