GAZA, KOMPAS.com — Paul Martin, wartawan lepas Inggris yang ditangkap Hamas di Jalur Gaza bulan lalu dan ditahan karena tuduhan sebagai mata-mata Israel, dibebaskan, Kamis (11/3/2010).
Martin ditahan Hamas sejak 14 Februari. Penahanan itu, kata pihak Hamas, untuk memberi kesempatan kepada Martin dalam sidang pengadilan bahwa dia memang bukan seorang mata-mata. Pengacaranya, Sharhabeel al-Zaeem, mengatakan kepada Reuters bahwa dia berharap Martin dibebaskan tanpa syarat atau hukuman dan diserahkan pejabat konsulat Inggris. Martin, kata pengacaranya itu, akan meninggalkan Gaza untuk kemudian menuju Israel.


