KAIRO, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa, Rabu malam, bahwa Palestina takkan terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel dalam situasi saat ini.
Kantor berita resmi Mesir, MENA, Rabu pagi, menyebutkan, Moussa dan Abbas membahas melalui telepon hasil pertemuan darurat yang diselenggarakan oleh komite tindak-lanjut gagasan perdamaian Arab di markas Liga Arab di Kairo, Mesir. Dalam satu pernyataan mengenai pertemuan tersebut, komite itu menyerukan pertemuan menteri luar negeri Arab untuk mempertimbangkan penarikan dukungan mereka bagi pembicaraan tak langsung antara Palestina dan Israel yang mereka sampaikan pada 3 Maret.
Komite itu menyatakan, persetujuan pemerintah Israel untuk membangun 1.600 rumah baru di Jerusalem membuktikan bahwa Israel tak siap terlibat dalam upaya serius bagi perdamaian. Dalam pernyataan setelah pertemuan itu, Moussa mengatakan, pihak Arab sedang menyelenggarakan sejumlah kontak regional dan internasional guna mengubah keputusan Israel tersebut. Kalau keputusan itu tak diubah, komite itu akan bertemu lagi.
"Presiden Palestina memutuskan, ia takkan memasuki perundingan itu sekarang. Pihak Palestina tak siap berunding dalam kondisi saat ini," kata Moussa di markas Liga Arab, Kairo. "Pembicaraan tersebut memang sudah berhenti," kata Moussa belakangan kepada Reuters.
Kementerian Dalam Negeri Israel, Selasa, menyetujui pembangunan 1.600 rumah baru di Jerusalem Timur, tepat sehari setelah utusan AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, mengumumkan bahwa Israel dan Palestina telah sepakat menyelenggarakan pembicaraan tak langsung.
"Pilihan yang sekarang tersedia terhadap tindakan Israel saat ini ialah tak terlibat dalam pembicaraan," kata Moussa kepada wartawan.
Perubahan tersebut membuat upaya AS untuk mempertemukan Palestina dan Israel jadi terhambat. Delegasi Liga Arab menyatakan, kelanjutan pembicaraan tergantung pada tindakan Israel menghentikan perluasan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan wilayah pendudukan.


