Moskwa, Rabu
Hal itu disampaikan wakil Putin, Sergei Sobyanin, Rabu (10/3), menjelang kunjungan Putin.
Kesepakatan perdagangan dengan India itu melingkupi kontrak desain bersama pesawat jet tempur dan produksi pesawat multiguna, hingga perjanjian untuk menyuplai pupuk mineral ke Rusia dan pembangunan reaktor nuklir.
”Keseluruhan volume perdagangan dan kesepakatan ekonomi itu akan melampaui 10 miliar dollar AS,” kata Sobyanin, Ketua Komisi Antarpemerintah Rusia-India. Bersama China dan Brasil, Rusia dan India membentuk kelompok BRIC, yaitu kelompok negara yang ekonominya tumbuh pesat dan pengaruh globalnya terus menguat.
Sobyanin menambahkan, perusahaan minyak dan gas India, ONGC, telah menyampaikan ketertarikan dalam mengembangkan ladang-ladang minyak dan gas Rusia di Semenanjung Yamal, dengan telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan gas Rusia, Gazprom, tentang hal itu.
India yang lapar energi juga merupakan salah satu negara pengimpor persenjataan terbesar dunia dan berencana untuk membelanjakan puluhan miliar dollar untuk memperkuat pertahanannya pada beberapa tahun mendatang. Akan tetapi, hal itu memunculkan ketidaknyamanan bagi dua tetangga sekaligus rival utamanya, Pakistan dan China.
Rusia telah berhasil menguji pesawat tempur supersonik yang tidak tampak di radar, seperti pesawat tempur F-22 Raptor milik AS. Sobyanin menjelaskan, Rusia akan menandatangani kontrak pada 12 Maret untuk bersama-sama mendesain pesawat tempur serupa versi India.
”Ini sebuah proyek nyata,” tegasnya.

