BISHKEK, KOMPAS.com - Amerika Serikat akan membantu Kirgistan membangun pusat pelatihan anti-terorisme di negara Asia Tengah tempat Washington mengoperasikan pangkalan udara militer penting itu, demikian diumumkan kedutaan besar AS.
Langkah tersebut mungkin akan menjengkelkan Rusia yang memiliki pangkalan militernya sendiri di bekas republik Soviet miskin yang dianggap oleh Moskwa sebagai bagian dari lingkungan pengaruh tradisionalnya itu.
Tindakan itu juga terjadi pada waktu kekhawatiran keamanan meningkat di wilayah luas yang terjepit antara China, Iran, Afganistan, dan Rusia itu.
Kedutaan besar AS di Kirgistan mengatakan Selasa (9/3/2010), pusat pelatihan senilai 5,5 juta dollar AS itu akan dibangun di Batken di Kirgistan selatan tempat para pejabat Rusia dan Kirgistan sebelumnya menyatakan mungkin akan mempertimbangkan fasilitas militer yang sama.
Dalam pernyataan yang diemailkan ke Reuters, kedutaan besar AS menekankan fasilitas itu akan dirampungkan atas permintaan Kirgistan. "AS tidak pernah dan tak akan berusaha untuk memperoleh pangkalan di Kirgistan selatan. Pusat pelatihan anti-terorisme ini merupakan bagian dari kerja sama keamanan AS-Kirgistan yang lebih luas," kata pernyataan itu.
"Pusat pelatihan anti-terorisme ini milik pemerintah Republik Kirgistan dan akan digunakan untuk pelatihan personil pertahanan dan keamanan Kirgistan," imbuhnya.
Kedubes AS di Kirgistan menolak untuk mengomentari mengenai bagaimana fasilitas itu akan memengaruhi rencana Rusia. Kementerian pertahanan Kirgistan menyatakan mereka tidak dapat memberikan perincian apapun dan para pejabat Rusia tidak ada untuk dimintai komenter.
Beberapa pengamat mengatakan bahwa Asia Tengah -- wilayah yang sebagian besar Muslim tapi sekuler -- telah menjadi makin rentan dengan gagasan militan dalam beberapa tahun terakhir karena kemurungan yang mendalam terkait stagnasi ekonomi dan kemiskinan.
Kirgistan adalan negara bergunung-gunung di pusat persaingan Rusia-AS di Asia Tengah. Negara itu menjadi penting karena dekatnya dengan Afganistan. Sementara, Moskwa dan Washington sekarang memiliki pangkalan militer di wilayahnya.
Kirgistan telah memperingatkan AS tahun lalu ketika negara itu mengatakan akan menutup pangkalan udara AS di bandara Manas setelah menerima janji 2 miliar dollar AS bantuan dari Rusia.
Rusia sejak itu telah memberi Kirgistan 150 juta dollar AS sebagai bantuan langsung dan 399 juta dollar AS piutang. Negara itu juga berjanji untuk menginvestasikan sekitar 1,7 miliar dollar AS untuk membantu membangun sebuah pabrik hidro yang sangat besar di Kirgistan. Tapi, kemajuannya sejak itu terhenti.
Kirgistan kemudian membalikkan keputusannya mengenai pangkalan udara AS di Manas setelah AS membayar 180 juta dollar AS untuk mempertahankan pangkalan itu, yang dianggap oleh Washington sangat penting untuk memasok pasukan AS di Afganistan.


